Hari Ketiga Temu Felites I Sedaratan Flores–Lembata: Diutus Menjadi Anak Maria yang Setia dan Berani Bersaksi

Maumere, Minggu, 28 Juni 2026 – Hari ketiga sekaligus hari terakhir Temu Felites I Sedaratan Flores–Lembata menjadi puncak seluruh rangkaian kegiatan yang memadukan ziarah rohani, pengenalan budaya, dan perutusan sebagai Anak Maria. Suasana sukacita dan persaudaraan begitu terasa ketika para Felites, pendamping, dan Legioner Muda bersama-sama mengikuti outing rohani dan budaya di beberapa tempat bersejarah di Kabupaten Sikka.

Perjalanan diawali dengan kunjungan ke Lepo Lorun, Pusat Tenun Ikat Sikka, tempat para peserta diperkenalkan dengan kekayaan budaya Kabupaten Sikka melalui proses pembuatan tenun ikat tradisional. Anak-anak diajak mengenal berbagai motif tenun yang sarat makna, nilai, dan identitas masyarakat Sikka, sekaligus belajar menghargai warisan budaya lokal sebagai bagian dari kekayaan ciptaan Tuhan. Selanjutnya, rombongan berziarah ke Kamar Santo Yohanes Paulus II di Seminari Tinggi Ritapiret, tempat yang menyimpan kenangan bersejarah kunjungan Paus Santo Yohanes Paulus II ke Flores pada tahun 1989. Ziarah kemudian dilanjutkan ke Bukit Nilo, di hadapan Arca Maria Bunda Segala Bangsa, tempat para peserta memanjatkan doa dan mempersembahkan diri kepada Bunda Maria.

Rangkaian outing berlanjut dengan kunjungan ke Lepo Bispu, tempat para peserta disambut untuk tatap muka bersama Uskup Maumere. Dalam suasana yang hangat dan penuh kekeluargaan, Bapa Uskup memberikan pesan, motivasi, dan berkat kepada seluruh Felites agar terus bertumbuh sebagai generasi muda Gereja yang mencintai Tuhan, Gereja, dan sesama, serta setia mengikuti teladan Bunda Maria.

Puncak kegiatan berlangsung di Pantai Krokowolon melalui Perayaan Ekaristi Perutusan yang dipimpin oleh RP. Stefanus F. Buyung, O.Carm., Pembimbing Rohani Regia Maria Bunda Kristus Maumere. Dalam homilinya, beliau mengajak para Felites dan Legioner Muda untuk belajar dari kehidupan para santo dan santa, secara khusus Santa Theresia dari Kanak-Kanak Yesus dan Beato Carlo Acutis, yang sejak usia muda mencintai Yesus dan Bunda Maria serta menjadikan kekudusan sebagai cita-cita hidup.
Beliau menegaskan bahwa menjadi Anak Maria bukan sekadar sebuah identitas, tetapi panggilan untuk hidup semakin dekat dengan Kristus. Karena itu, para Felites diajak untuk bangga menjadi Anak Maria dengan tekun berdoa Rosario, membaca Kitab Suci, mengikuti Perayaan Ekaristi, serta aktif dalam karya kerasulan Legio Maria. Di akhir homilinya, RP. Stefanus F. Buyung, O.Carm. menyampaikan terima kasih kepada seluruh peserta, pendamping, panitia, Legioner Muda, dan semua pihak yang telah menyukseskan Temu Felites I, seraya berharap seluruh peserta dapat berjumpa kembali dalam Temu Felites II Sedaratan Flores–Lembata.
Pada akhir Perayaan Ekaristi, RP. Stefanus F. Buyung, O.Carm. secara resmi menutup Temu Felites I Sedaratan Flores–Lembata, sekaligus mengutus seluruh peserta untuk menjadi saksi Kristus di tengah keluarga, sekolah, Gereja, dan masyarakat.

Suasana penutupan kemudian dilanjutkan dengan rekreasi dan kebersamaan di Pantai Krokowolon. Gelak tawa, permainan, dan kebersamaan menjadi penutup yang indah dari tiga hari perjumpaan yang penuh rahmat. Meskipun harus berpisah, para peserta pulang membawa persahabatan baru, pengalaman iman yang mendalam, serta semangat baru untuk terus hidup sebagai Anak Maria yang setia, berani, dan penuh sukacita.
Temu Felites I Sedaratan Flores–Lembata bukan sekadar sebuah pertemuan, tetapi menjadi awal lahirnya generasi muda Legio Maria yang semakin mengenal, mencintai, dan mengikuti Yesus melalui teladan Bunda Maria. Dengan semangat Per Mariam ad Iesum – Melalui Maria kepada Yesus – para Felites diutus untuk menjadi terang dan garam dunia di mana pun mereka berada.

Ivana Gaharpung
Staff Puspas

Scroll to Top