Hari Kedua Temu Felites I Sedaratan Flores–Lembata: Menjadi Anak Maria yang Beriman, Bijak, dan Peduli

Maumere, Sabtu, 27 Juni 2026 – Suasana penuh sukacita dan semangat iman mewarnai hari kedua Temu Felites I Sedaratan Flores–Lembata yang berlangsung di Bukit Kemuliaan, Rumah Retret Susteran JDS Kaliwajo. Seluruh rangkaian kegiatan menjadi momentum pembinaan iman dan karakter bagi para Felites untuk semakin mengenal, mencintai, dan mengikuti Yesus melalui teladan Bunda Maria.

Hari kedua diawali dengan Doa Tessera dan dilanjutkan dengan Perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh RD. Usman Manuk, Pembimbing Rohani Legioner Muda Regia Maria Bunda Kristus Maumere. Dalam homilinya, peserta diajak untuk semakin menghidupi panggilan sebagai murid Kristus dengan meneladani kesetiaan Bunda Maria.

Setelah Ekaristi, peserta mengikuti Materi I bertema “Siapakah Anak Maria?” yang dibawakan oleh Fr. Christian Annibale Osartdjo Tibo. Berangkat dari Sabda Yesus di salib, “Inilah ibumu” (Yoh. 19:27), para Felites diajak memahami bahwa menjadi Anak Maria bukan sekadar mendoakan Rosario atau menjadi anggota Legio Maria, melainkan hidup seperti Maria: mencintai Yesus, taat kepada kehendak Tuhan, rendah hati, peduli kepada sesama, dan setia dalam setiap keadaan. Dengan pesan Maria di Kana, “Apa yang dikatakan-Nya kepadamu, buatlah itu” (Yoh. 2:5), anak-anak semakin diteguhkan untuk berjalan bersama Maria menuju Yesus dengan semboyan Per Mariam ad Iesum.

Materi berikutnya bertajuk “Bangga Jadi Anak Maria: Bijak Bermedia Sosial dan Melindungi Diri” dibawakan oleh Yunita Victoria Natal, S.Psi., M.Psi., Psikolog. Melalui penyampaian yang sederhana dan interaktif, peserta diajak menggunakan media sosial secara bertanggung jawab dengan selalu bertanya sebelum membagikan sesuatu: Apakah ini benar? Apakah ini baik? Apakah ini berguna? Anak-anak juga diajak menggunakan “jempol Anak Maria” untuk menyemangati, mengucapkan terima kasih, dan menyebarkan kebaikan, bukan untuk mengejek atau menyakiti orang lain.
Selain itu, para peserta memperoleh pembekalan penting tentang perlindungan diri. Mereka diajak menyadari bahwa tubuh adalah anugerah Tuhan yang harus dijaga dan dihormati. Anak-anak belajar berani berkata “Tidak!”, menjauh dari situasi yang membuat tidak nyaman, serta menceritakan pengalaman tersebut kepada orang dewasa yang mereka percaya, seperti orang tua, guru, atau pendamping Gereja.

Untuk memperdalam materi, panitia menghadirkan berbagai kegiatan kreatif berupa lomba mewarnai, kuis tentang Maria, dan games indoor yang dipandu oleh para Legioner Muda. Melalui permainan dan kompetisi yang menyenangkan, anak-anak belajar bekerja sama, berpikir kreatif, dan semakin mengenal iman Katolik.

Memasuki sore hari, peserta mengikuti kegiatan outbound yang penuh tantangan dan keceriaan. Berbagai permainan melatih kerja sama, kekompakan, keberanian, serta rasa saling percaya di antara peserta yang berasal dari berbagai Komisium dan Kuria se-Flores–Lembata.

Puncak kegiatan hari kedua ditandai dengan Sharing Pengalaman dan Deklarasi Komitmen Bersama antara para pendamping dan Felites. Dalam sesi ini terungkap berbagai tantangan pelayanan, seperti keterbatasan dana, minimnya pembinaan bagi para pendamping Felites, kurangnya keterlibatan Legioner Muda, serta tantangan anak-anak yang semakin akrab dengan htelepon genggam sehingga kurang aktif dalam doa dan kegiatan Gereja.

Sebagai tindak lanjut, peserta menghasilkan beberapa rekomendasi penting, antara lain: Temu Felites II Sedaratan Flores–Lembata akan dilaksanakan di wilayah Flores Barat; penguatan kapasitas para pendamping Felites; penyusunan bahan pendampingan; pembentukan dan pengaktifan Felites di setiap Komisium dan Kuria; penyelenggaraan Temu Felites di tingkat Komisium/Kuria; serta penguatan peran Legioner Muda dalam mendampingi adik-adik Felites. Sementara itu, para Felites sendiri berkomitmen untuk semakin rajin berdoa Rosario, membaca Kitab Suci, mengikuti Perayaan Ekaristi, aktif dalam kegiatan Felites, berani merasul kepada teman-teman, dan menggunakan telepon genggam secara bijaksana.

Seluruh rangkaian hari kedua ditutup dengan Malam Refleksi yang dipandu oleh Sr. Glory, SCMM. Dalam suasana hening dan penuh syukur, para peserta diajak mengenang pengalaman sepanjang hari, mensyukuri kasih Tuhan, serta memperbarui tekad untuk menjadi Anak Maria yang semakin mengenal, mencintai, dan mengikuti Yesus.

Hari kedua Temu Felites I bukan sekadar menghadirkan pengetahuan baru, tetapi menjadi ruang pembentukan iman, karakter, dan persaudaraan. Dari Bukit Kemuliaan, tumbuh harapan akan lahirnya generasi muda Gereja yang bangga menjadi Anak Maria, bijak menghadapi tantangan zaman, dan siap menjadi saksi Kristus di tengah dunia.

Ivana Gaharpung
Staff Puspas

Scroll to Top