Paroki Kenaikan Kristus Watubala menggelar kegiatan SOMA (School of Missionary Animatris) pada Rabu, 27 Mei 2026. Kegiatan ini dihadiri sekitar 30 peserta yang terdiri dari para guru, Orang Muda Katolik (OMK), dan SEKAR. Kegiatan ini difasilitasi oleh tim Komisi KMKI Keuskupan Maumere sebagai bagian dari upaya penguatan kapasitas para pendamping bina iman anak di paroki.
Dalam sapaan awalnya, Pastor Paroki, RD. Fransiskus Fao, menyampaikan bahwa kegiatan SEKAMI di Paroki Watubala selama ini rutin dilaksanakan setiap Minggu sore. Para animator dan animatris terdiri dari guru serta OMK yang dengan setia mendampingi anak-anak dalam kegiatan bina iman. Ia berharap seluruh peserta dapat mengambil bagian secara penuh dalam kegiatan SOMA ini demi menambah wawasan, keterampilan, dan kreativitas dalam pendampingan SEKAMI ke depan.
Pada sesi pertama, RD. Ryan Da Cunha memberikan materi mengenai gambaran umum KMKI serta spiritualitas seorang animator dan animatris. Ia menekankan bahwa seorang pendamping bina iman anak tidak hanya dituntut kreatif, tetapi juga memiliki semangat pelayanan dan spiritualitas misioner yang kuat.
Sesi kedua dibawakan oleh Kak Arnold yang menjelaskan tentang perkembangan anak dan remaja serta implikasinya terhadap metode yang digunakan dalam bina iman anak. Ia juga menyoroti pentingnya pastoral anak dalam kehidupan Gereja serta perlunya pendekatan yang sesuai dengan karakter dan tahap perkembangan anak.
Selanjutnya, pada sesi ketiga, Kak Fandy membahas tentang profil ideal seorang animator dan animatris. Menurutnya, seorang pendamping bina iman anak hendaknya menjadi pribadi yang ramah, kreatif, sabar, mampu bekerja sama, dan menjadi teladan iman bagi anak-anak yang didampingi.
Pada sesi keempat, Kak Ivanna membantu peserta memahami cara menyusun bahan bina iman anak secara sederhana dan menarik. Ia juga memperkenalkan berbagai kreativitas serta alat peraga yang dapat digunakan dalam kegiatan bina iman anak agar suasana pendampingan menjadi lebih hidup dan menyenangkan. Kegiatan semakin semarak ketika Kak Wida memperkaya peserta dengan berbagai lagu, gerak, dan yel-yel yang dapat diterapkan dalam kegiatan SEKAMI.
Hal menarik dalam kegiatan ini hadir melalui sesi bersama RD. Rolly Da Vinci yang mengangkat tema “Membangun Kreativitas Animatris melalui Platform Digital.” Dalam sesi tersebut, beliau mengajarkan peserta cara membuat lagu bina iman anak dan komik Kitab Suci dengan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI). Para peserta merasa sangat terbantu karena secara langsung dapat menghasilkan lagu dan komik Kitab Suci yang kreatif dan menarik untuk digunakan dalam pendampingan anak-anak.
Dalam sesi sharing, para peserta mengungkapkan bahwa selama ini kegiatan bina iman anak sudah berjalan melalui kerja sama dengan sekolah-sekolah. Namun demikian, mereka menyadari masih adanya berbagai tantangan, seperti kurangnya tenaga pendamping, kesulitan menghadapi anak dengan beragam karakter, serta bahan ajar yang belum sistematis dan sederhana. Karena itu, kegiatan SOMA ini dinilai sangat membantu para peserta dalam memperkaya metode dan keterampilan pendampingan.
Sebagai tindak lanjut, para peserta berharap kegiatan bina iman anak dapat terus berjalan secara rutin dengan bahan yang lebih sistematis. Selain itu, OMK dan SEKAR diharapkan dapat semakin terlibat membantu para guru dalam pendampingan bina iman anak di masa mendatang sehingga pelayanan terhadap anak-anak dapat berlangsung lebih kreatif, menyenangkan, dan berdaya guna bagi perkembangan iman mereka.
Ivana Gaharpung
Staff Puspas