MAUMERE, Rabu (1/7/2026)- Ratusan Orang Muda Katolik (OMK) dari Keuskupan Labuan Bajo, Denpasar, Kupang, dan Larantuka tiba di Paroki Santo Mikhael Nita, Kecamatan Nita, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (1/7/2026). Kedatangan para peserta Nusa Youth Day (NYD) III Keuskupan Maumere ini disambut hangat oleh umat setempat dengan ritual adat dan tarian penjemputan.
Ajang NYD III ini sendiri diikuti oleh sekitar 837 orang OMK yang berasal dari 9 keuskupan di wilayah Nusa Tenggara dan Bali. Seluruh peserta dijadwalkan akan memulai rangkaian kegiatan mereka pada tanggal 2 hingga 5 Juli 2026. Acara akan dibuka secara resmi melalui perayaan Misa pembukaan di Gelora Samador, Maumere, pada Kamis sore, 2 Juli 2026.
Rombongan yang tiba lebih awal pada Rabu siang adalah OMK Keuskupan Denpasar yang tampil mencolok dengan kaus berwarna merah, serta OMK Keuskupan Labuan Bajo yang mengenakan warna biru muda. Masing-masing rombongan ini berjumlah kurang lebih 50 orang.
Perjalanan jauh dan melelahkan yang ditempuh para peserta seolah langsung terbayar lunas oleh kehangatan umat. OMK Keuskupan Labuan Bajo harus menaklukkan jalur darat sepanjang kurang lebih 530 kilometer, sedangkan OMK Keuskupan Denpasar harus melewati waktu penerbangan sekitar 2 hingga 3 jam untuk bisa sampai ke Maumere.
Setibanya di pintu masuk halaman gereja, kelompok umat bersama panitia lokal yang mengenakan busana adat khas Maumere langsung menyambut kedatangan mereka. Prosesi pengalungan selendang tenun ikat khas Sikka dan sapaan adat “Huler Wair” menjadi penanda resmi bahwa para tamu kehormatan ini telah diterima sebagai bagian dari keluarga besar umat Paroki Nita.
Tak lama kemudian, giliran rombongan OMK dari Keuskupan Agung Kupang dan Keuskupan Larantuka yang menginjakkan kaki di lokasi. Kedatangan gelombang peserta berikutnya ini pun disambut dengan hangat menggunakan cara serta ritual adat yang sama. Setelah itu, seluruh rombongan diarahkan menuju halaman gereja dengan iringan tarian penjemputan tamu yang dibawakan secara apik oleh OMK Paroki Nita.
Rumah Umat Terbuka Lebar, 13 Stasi Siap Menampung
Ditemui di hari yang sama, Pastor Paroki St. Mikhael Nita, Romo Marsel Mbera, mengungkapkan rasa bangga sekaligus kesiapan penuh dari seluruh umatnya untuk menyambut ratusan orang muda yang akan memadati wilayah mereka selama lima hari ke depan.
“Kami memang setelah mendengar informasi bahwa Nita ditunjuk untuk paroki sebagai tuan rumah untuk orang-orang muda ini, dengan senang hati umat bersama pastor paroki menerima ini,” ujar Romo Marsel dengan nada penuh semangat.
Kesiapan Paroki Nita tidak main-main. Dari total 19 stasi yang tersebar di wilayah administrasi paroki, sebanyak 13 stasi dipastikan mendapat giliran dan siap membuka pintu rumah-rumah warga sebagai tempat penginapan (akomodasi) para peserta.
Romo Marsel mengisahkan betapa tingginya antusiasme yang ditunjukkan oleh warga sejak upacara penerimaan resmi di pusat paroki hingga ke tingkat lingkungan. Warga di tiap lingkungan langsung bergerak mandiri melakukan berbagai persiapan terbaik demi memberikan kenyamanan bagi para tamu.
Berjalan Bersama Membangun Bangsa dan Gereja
Bagi umat Paroki Nita, kehadiran para peserta OMK dari berbagai daerah ini bukanlah sebuah beban, melainkan sebuah berkat sekaligus tanggung jawab iman. Romo Marsel menambahkan, umat sadar betul bahwa mereka memiliki kewajiban moral untuk ikut mendidik dan mempersiapkan masa depan generasi muda.
“Harapan kita, orang muda ini kan menjadi perjalanan bersama membangun bangsa dan gereja,” tutur Romo Marsel.
OMK Jadi Motor Utama, Gereja Beri Kepercayaan Penuh
Hal yang paling menarik dari persiapan di Paroki Nita adalah keterlibatan penuh dari orang muda itu sendiri. Seluruh struktur kepanitiaan lokal ternyata digerakkan secara mandiri oleh Orang Muda Katolik (OMK) setempat.
Pihak Dewan Pastoral Paroki (DPP) bersama Pastor Paroki memilih mengambil peran di balik layarmemberikan kepercayaan penuh dan ruang seluas-luasnya bagi OMK untuk belajar memimpin dan mengorganisasi acara besar.
“Satu hal yang menarik dari sini bahwa semua ini, mulai dari panitia lokal, itu seluruhnya orang-orang muda Katolik. Kami DPP dan pastornya hanya membiarkan mereka. Apa mereka belum bisa, mereka sampaikan kepada DPP dan kami membantu mereka,” tutup Romo Marsel sembari tersenyum.
Dengan semangat gotong royong yang membara antara umat dan energi kreatif dari OMK, Paroki Nita kini resmi menjadi rumah yang hangat bagi pertumbuhan iman dan rajutan persaudaraan orang muda di tanah Flores. (Kristin)