Lantunan lagu resmi / theme song NYD 3 dan lambaian tangan Orang Muda Katolik siap mengguncang Kota Nyiur Melambai Maumere Manise.
Maumere resmi ditunjuk menjadi jantung dari perhelatan akbar Nusra Youth Day ke-3.
MEMBUKA PINTU, MENYAMBUT KELUARGA BARU:
UHE DIA DANG HADING NAWANG…
Aroma Kopi Flores Maumere harum merebak dari dapur Mama Meri (52) di salah satu rumah Paroki Santo Mikael Nita. Tangannya sibuk merapikan kamar tidur tambahan di bagian depan rumahnya.

Pekan depan, rumah sederhana itu tidak hanya akan dihuni oleh keluarganya, melainkan akan menjadi “Lepo Woga” bagi beberapa orang muda dari Keuskupan Denpasar yang menjadi peserta Nusa Tenggara Youth Day ke-3.
Orang Tua Asuh
Konsep ini menjadi salah satu poin akomodasi unik Nusra YD yang melibatkan masyarakat langsung, bukan hotel.
Karena sistem live in, menjadi orang tua asuh adalah ruh dari setiap perjumpaan pemuda Katolik. Tercatat saat pelaksanaan Tahun Maria 1988 berpusat di Maumere, Kevikepan Keuskupan Agung Ende menerima sejumlah umat dari keuskupan lain yang berdomisili di seberang rumah umat selama pelaksanaan giat tersebut.
Live in merupakan bentuk retret hidup di mana peserta belajar budaya lokal, dan warga lokal dalam hal ini umat di wilayah Paroki St. Mikael Nita mendapat berkat dari kehadiran anak muda tersebut.
Konsep ini tanpa dibayar, menyediakan rumah, tempat tidur, dan makanan untuk para peserta.
Geliat di rumah-rumah umat ini barulah permulaan.
Maumere sedang bersolek, bukan dengan kemewahan fisik, melainkan dengan ketulusan hati warganya.
Ketika lonceng gereja pembukaan Nusra YD ke-3 nanti berdentang, pintu-pintu rumah di Maumere sudah terbuka lebar, siap merajut kisah persaudaraan baru yang tak akan NYD kali ini menggunakan konsep Orang Tua Asuh, yang secara langsung melibatkan masyarakat dalam hal ini umat Paroki St. Mikael Nita.
Bagaimana tidak? Konsep ini menggunakan sistem live in yang dimana para peserta tinggal di rumah-rumah warga, serta dapat mempelajari kebudayaan lokal. Selain itu, para warga juga mendapat berkat karena telah menyambut dan menerima para peserta NYD tersebut.
Konsep ini telah tercatat pernah digunakan saat pelaksanaan Tahun Maria Nasional 1988 tepatnya di Maumere yang pernah menerima 835 Orang Muda Katolik (OMK) dari berbagai Keuskupan termasuk dari wilayah Nusa Tenggara dan Bali hingga akhirnya PERTAMA KALI diterapkan konsep Orang Tua Asuh tersebut selama kegiatan berlangsung.

Konsep ini tidak hanya menguntungkan bagi berbagai pihak, melainkan menciptakan relasi dan berkat antara Tuhan dan sesama, serta membuka harapan besar untuk semakin mendalami iman akan panggilan dan kesetiaan umat Katolik.
(Theresia If)