Pemkot dan DPRD Pematangsiantar Sambut Munas XV Unindo, Tekankan Persaudaraan dan Kontribusi bagi Bangsa

Oleh: Rm. Yudel Neno, Pr

PEMATANGSIANTAR – Pemerintah Kota dan DPRD Kota Pematangsiantar menyambut penyelenggaraan Musyawarah Nasional XV Unio Indonesia yang berlangsung di Catholic Center–Pusat Pembinaan Umat Keuskupan Agung Medan, Tambun Nabolon, Pematangsiantar, Senin (14/9/2026).

Wakil Ketua DPRD Kota Pematangsiantar Ir Daud Simanjuntak menyampaikan selamat kepada para imam diosesan yang mengikuti pertemuan nasional tersebut.

“Atas nama DPRD, kami mengucapkan selamat bermusyawarah nasional di Pematangsiantar,” demikian pokok sambutan Daud.

Ia menyampaikan dukungan sekaligus doa agar seluruh rangkaian Munas berjalan lancar dan menghasilkan hal-hal positif bagi Gereja serta masyarakat.

Daud Simanjuntak tercatat sebagai Wakil Ketua DPRD Kota Pematangsiantar dan pada 2026 masih menjalankan fungsi kedewanan di kota tersebut.

Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi juga menyampaikan selamat datang kepada para uskup dan imam dari berbagai keuskupan di Indonesia.

Menurut Wesly, dipilihnya Pematangsiantar sebagai tempat berlangsungnya Munas XV Unio Indonesia merupakan kehormatan sekaligus kebanggaan bagi pemerintah dan masyarakat kota itu.

“Selamat datang dan selamat berkegiatan di Kota Pematangsiantar. Ini merupakan suatu kehormatan besar dan menjadi kebanggaan tersendiri bagi kami,” kata Wesly dalam sambutannya.

Ia berharap Unio Indonesia terus memperkuat peran dan fungsinya, bukan hanya dalam kehidupan internal Gereja, tetapi juga dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Bagi Wesly, kegiatan keagamaan yang menghadirkan perjumpaan dari berbagai daerah mempunyai arti penting dalam membangun persaudaraan.

Pemerintah Kota Pematangsiantar, katanya, mengapresiasi berbagai kegiatan keagamaan yang ikut memperkuat persaudaraan iman, persaudaraan kultural, dan persaudaraan sebagai warga bangsa.

Pandangan tersebut menjadi relevan dengan posisi Pematangsiantar sebagai kota yang dihuni masyarakat dengan latar belakang agama, budaya, dan etnis yang beragam.

Wesly berharap semangat persaudaraan yang dibangun melalui Munas XV tidak berhenti di ruang pertemuan, tetapi diterjemahkan ke dalam pelayanan nyata kepada masyarakat.

Kehadiran pemerintah daerah dalam pembukaan Munas juga memperlihatkan adanya ruang perjumpaan antara Gereja dan pemerintah dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis.

Munas XV Unio Indonesia sendiri mengangkat tema “Imam Diosesan: Menjadi Rasul Spiritualitas di Era Digital.” Melalui tema tersebut, para imam diajak membaca perkembangan teknologi digital bukan sekadar sebagai perubahan sarana komunikasi, melainkan sebagai medan pastoral baru yang membutuhkan kedalaman spiritual, kemampuan berdialog, dan kesediaan bekerja sama.

Scroll to Top