BOLA, KEUSKUPAN MAUMERE — Komisi Karya Misioner Kepausan Indonesia (KMKI) Keuskupan Maumere bekerja sama dengan PATRIKUM dan Paroki Santo Martinus Bola menyelenggarakan perayaan 100 Tahun Hari Minggu Misi Sedunia (HMMS) pada 17–18 Oktober 2026. Mengusung tema “Satu dalam Kristus, Bersatu dalam Misi,” perayaan ini menjadi momentum untuk memperteguh semangat misioner, mempererat persaudaraan, dan membangkitkan kesadaran akan tanggung jawab seluruh umat beriman dalam perutusan Gereja.
Kegiatan ini melibatkan sekitar 50 biarawan dan biarawati dari 23 komunitas religius serta Tim KMKI Keuskupan Maumere. Selama dua hari, para peserta bersama umat Paroki Santo Martinus Bola mengalami perjumpaan iman melalui katekese misi, perayaan Ekaristi, pengenalan panggilan hidup bakti, dan berbagai kegiatan kreatif bagi anak-anak serta orang muda.
Katekese Misi: Gereja Hadir di Tengah Kehidupan Umat
Rangkaian kegiatan dimulai pada Sabtu (17/10/2026) dengan penerimaan rombongan dan pembagian peserta ke dalam kelompok-kelompok untuk mengikuti Katekese Misi di Kelompok Basis Gerejawi (KBG). Para peserta dijemput oleh keluarga-keluarga umat untuk tinggal bersama sekaligus mengikuti pendampingan katekese.
Kegiatan ini menghadirkan pengalaman pastoral yang bermakna. Para biarawan, biarawati, dan anggota Tim KMKI berjumpa langsung dengan umat, mendengarkan pengalaman hidup mereka, serta berbagi iman dalam suasana kekeluargaan. Partisipasi umat sangat menggembirakan; hampir seluruh umat di KBG yang dikunjungi terlibat dalam pertemuan tersebut.
Melalui sharing iman, umat berbagi pengalaman kehidupan rohani, tantangan dalam keluarga, serta peran komunitas basis dalam mendukung karya pastoral Gereja. Perjumpaan ini menegaskan bahwa misi bukan hanya tugas para imam dan kaum religius, melainkan panggilan seluruh umat yang telah dibaptis.
Semangat tersebut sejalan dengan visi Keuskupan Maumere, yakni “Beriman, Sejahtera, Solider dan Membebaskan dalam Terang Sabda Allah.” Gereja misioner dipanggil untuk hadir, mendengarkan, berjalan bersama umat, dan menghadirkan harapan di tengah kehidupan masyarakat.
Ekaristi Syukur dan Peluncuran Lagu-Lagu Misi
Puncak perayaan berlangsung pada Minggu (18/10/2026) melalui Perayaan Ekaristi Hari Minggu Misi Sedunia ke-100 yang dipimpin oleh Vikaris Jenderal Keuskupan Maumere, RP. Stefanus Buyung, O.Carm.
Setelah Ekaristi, kegiatan dilanjutkan dengan acara pembukaan yang diisi lagu dan gerak, sambutan Dewan Pastoral Paroki (DPP) Santo Martinus Bola, serta sambutan Dirdios KMKI, RD. Ryan Da Cunha. Pembukaan resmi ditandai dengan penyemprotan konfeti sebagai ungkapan sukacita, pemasangan pesan misi pada Pohon Misi, dan tiup lilin sebagai simbol syukur atas satu abad perayaan Hari Minggu Misi Sedunia.
Momentum ini juga ditandai dengan peluncuran lagu-lagu misi Keuskupan Maumere. Lagu dan gerak menjadi sarana pewartaan yang kreatif dan dekat dengan dunia anak-anak serta orang muda.
Para biarawan dan biarawati kemudian memperkenalkan diri beserta tarekat atau kongregasi masing-masing. Pengenalan ini menjadi kesempatan bagi anak-anak dan orang muda untuk mengenal keberagaman panggilan hidup bakti serta menumbuhkan keberanian untuk mendengarkan panggilan Tuhan.
“Satu dalam Kristus, Bersatu dalam Misi”
Materi utama bertema “Satu dalam Kristus, Bersatu dalam Misi” dibawakan oleh RD. Kris Ritan. Materi ini menegaskan bahwa setiap orang beriman memiliki tanggung jawab dalam perutusan Gereja, sesuai dengan panggilan dan kemampuannya masing-masing.
Pesan tersebut diwujudkan melalui lima kegiatan kreativitas dan permainan misioner, yakni Warna-Warni Sahabat Misi melalui kegiatan mewarnai dan menempel; Pohon Harapan Misioner melalui penulisan pesan, doa, dan komitmen misioner; Petualangan Cerdas Misioner melalui kuis seputar iman dan misi; Kotak Tantangan Misioner melalui nyanyian, tarian, puisi, pantomim, dan yel-yel; serta Balon Misi, Semangat Beraksi! yang menggabungkan permainan, kerja sama, dan pesan-pesan misioner.
Para animator, animatris, biarawan, dan biarawati mendampingi peserta dalam setiap kelompok. Melalui kegiatan ini, anak-anak dan orang muda tidak hanya belajar tentang misi, tetapi juga mengalami nilai persaudaraan, kreativitas, keberanian, dan kerja sama.
Kegiatan diakhiri dengan pengumuman pemenang, penyerahan hadiah, penyampaian pesan dan kesan peserta, serta foto bersama.
Misi sebagai Tanggung Jawab Umat yang Dibaptis
Dalam pesan penutupan, Vikjen Keuskupan Maumere, RP. Stefanus Buyung, O.Carm., atas nama Uskup Maumere, menyampaikan apresiasi kepada para biarawan dan biarawati, Tim KMKI, Dewan Pastoral Paroki, dan seluruh umat Paroki Santo Martinus Bola atas keterlibatan serta kerja sama dalam menyukseskan perayaan ini.
Ia mengingatkan bahwa perayaan Hari Minggu Misi Sedunia bukan hanya kesempatan untuk bersukacita, melainkan juga momentum untuk memperbarui kesadaran akan tanggung jawab sebagai orang beriman. Identitas sebagai orang Katolik perlu diwujudkan dalam penghayatan iman yang nyata melalui pelayanan, kepedulian, dan kesediaan menjawab panggilan Tuhan.
Tanggung jawab sebagai orang beriman, sebagaimana ditekankan dalam pesannya, menuntut kesanggupan untuk menjawab panggilan Tuhan dan panggilan keselamatan. Dengan demikian, iman tidak berhenti pada identitas, tetapi menjadi nyata dalam cara hidup, keterlibatan, dan pelayanan kepada sesama.
Sementara itu, Pastor Paroki Santo Martinus Bola, RD. Yohanes Satu Ndopo, menyampaikan rasa syukur atas kesempatan bagi Paroki Santo Martinus Bola untuk menjadi tuan rumah perayaan istimewa ini. Menjelang peringatan 100 tahun paroki pada tahun mendatang, pengalaman kebersamaan tersebut menjadi kehormatan sekaligus dorongan untuk terus mengembangkan kehidupan menggereja.
Ia berharap kehadiran para biarawan dan biarawati dapat menginspirasi anak-anak, orang muda, dan seluruh umat Bola untuk semakin mengenal panggilan hidup bakti serta berani menanggapi panggilan menjadi imam, biarawan, dan biarawati. Ia juga menegaskan pentingnya perjuangan, kesetiaan, dan kerja bersama dalam membangun Gereja.
Kesan yang disampaikan oleh Sr. Jenny, SCSC perwkilan biarawan menyoroti indahnya persekutuan lintas tarekat religius di Keuskupan Maumere. Kebersamaan dengan umat Bola menghadirkan pengalaman kekeluargaan yang memperteguh keyakinan bahwa aneka karisma dan spiritualitas religius dipersatukan dalam Kristus untuk menjalankan misi yang sama.
Pengalaman ini diharapkan tidak berhenti sebagai kenangan, tetapi menjadi inspirasi untuk memperkuat kerja sama dan persaudaraan antarkomunitas religius serta umat di masa mendatang.
Membawa Pulang Semangat Misi
Perayaan 100 Tahun Hari Minggu Misi Sedunia di Paroki Santo Martinus Bola memperlihatkan bahwa misi Gereja tumbuh melalui tindakan-tindakan sederhana: membuka rumah bagi sesama, berbagi pengalaman iman, mendampingi anak-anak, mendukung panggilan hidup bakti, dan mengambil bagian dalam kehidupan komunitas basis.
Momentum satu abad HMMS menjadi kesempatan untuk bersyukur atas perjalanan panjang pewartaan Injil sekaligus memperbarui komitmen misioner. Setiap orang yang telah dibaptis dipanggil menjadi saksi Kristus melalui kehidupan keluarga, komunitas, paroki, dan masyarakat.
Dari Bola, para peserta membawa pulang pengalaman persaudaraan dan semangat baru untuk terus melayani. Perayaan ini menegaskan bahwa misi bukan sekadar kegiatan sesaat, melainkan cara hidup Gereja yang berakar pada Kristus dan diwujudkan melalui kesaksian nyata.
“Satu dalam Kristus, Bersatu dalam Misi” menjadi panggilan bagi seluruh umat Keuskupan Maumere untuk terus berjalan bersama, memperkuat persaudaraan, menumbuhkan panggilan, dan menghadirkan kasih Kristus di tengah dunia.
Ivana Gaharpung
Staff Puspas