Ziarah Wisung Fatima Lela: Umat Keuskupan Maumere Diajak Bangkit Bersama Pasca Bencana

Lela, 13 Oktober 2026 — Umat Keuskupan Maumere merayakan ziarah di Sanctuarium (Wisung) Fatima Lela dengan tema “Bersama Santa Perawan Maria Fatima, Kita Bangkit Kembali Pascabencana.” Ziarah ini menjadi momentum untuk meneguhkan iman, memulihkan harapan, dan memperkuat solidaritas di tengah penderitaan akibat gempa bumi yang melanda wilayah Flores.

Kegiatan ini dihadiri oleh Uskup Maumere, Bupati dan Wakil Bupati Sikka, pimpinan DPRD Kabupaten Sikka, para imam, biarawan-biarawati, serta umat dari berbagai paroki.

Dalam homilinya, Uskup Maumere mengajak umat untuk tidak membiarkan rasa takut dan kesedihan akibat bencana menutup hati terhadap sesama. Ia menegaskan bahwa kebangkitan pascabencana bukan hanya tentang membangun kembali rumah yang rusak, tetapi juga memulihkan kepercayaan, menguatkan harapan, dan menyembuhkan hati yang terluka melalui kasih yang nyata.

Meneladani Bunda Maria yang mengunjungi Elisabet, umat dipanggil untuk berani mendatangi mereka yang kesepian, mendampingi keluarga terdampak, berbagi dengan mereka yang berkekurangan, serta menolong tanpa membeda-bedakan. Iman yang hidup tidak hanya menunggu pertolongan datang, tetapi juga menggerakkan kita menjadi pembawa pertolongan.

Dalam sambutannya, Bupati Sikka menyampaikan terima kasih kepada Gereja, Uskup Maumere, Dewan Pastoral Paroki, Kelompok Umat Basis (KBG), dan semua pihak yang telah menunjukkan kepedulian kepada masyarakat terdampak gempa. Ia juga mengajak masyarakat untuk terus membangun solidaritas dalam menghadapi tantangan lain, termasuk kemarau panjang, krisis air, dan kebakaran hutan.

Rangkaian ziarah berlangsung pada 9–14 Oktober 2026, diawali dengan doa triduum, dilanjutkan devosi kepada Bunda Maria, adorasi dan penyembahan Sakramen Mahakudus, pelayanan Sakramen Tobat, Perayaan Ekaristi, serta prosesi menuju Puncak Golgota.

Melalui ziarah ini, umat diajak agar doa dan penghormatan kepada Bunda Maria menghasilkan pertobatan dan tindakan nyata. Gereja dipanggil untuk hadir bagi keluarga yang kehilangan rumah dan mata pencaharian, mendampingi anak-anak yang terdampak, serta menjaga keutuhan dan kelestarian alam.

“Semua adalah peziarah yang berjalan bersama.” Semangat ini menjadi ajakan bagi umat Keuskupan Maumere untuk saling menguatkan, membangun harapan, dan memastikan bahwa tidak seorang pun menghadapi penderitaannya sendirian.

Dengan meneladani Bunda Maria dan berpegang teguh pada Kristus, umat diharapkan terus bangkit dalam iman, bertumbuh dalam solidaritas, dan menjadi pembawa harapan bagi sesama.

Ivana Gaharpung
Staff Puspas

Scroll to Top