Sambut NYD 3, Paroki Santo Ignatius Loyola Sikka Siapkan Pengalaman Ziarah Agar Peserta Jadi Duta Promosi Gereja Tua dan Logu Senhor

MAUMERE– Menjelang perhelatan Nusra Youth Day (NYD) 3 yang akan berlangsung di Keuskupan Maumere pada 2–5 Juli 2026, persiapan intensif terus dilakukan di berbagai titik ziarah.

Salah satu agenda utama bagi delegasi Orang Muda Katolik (OMK) dari sembilan keuskupan yang hadir adalah kunjungan ziarah kreatif ke situs rohani ikonik, termasuk Gereja Tua Sikka, yang dijadwalkan pada Jumat, 2 Juli 2026.

Pastor Paroki Santo Ignatius Loyola Sikka, RD. Felicianus Dari, menyampaikan bahwa pihaknya telah mempersiapkan penyambutan dengan standar terbaik, meskipun durasi kunjungan setiap kelompok nantinya cukup singkat.

“Karena waktu yang disiapkan untuk mereka di sini sangat singkat, yaitu sekitar 45 menit, maka acara seremonial akan dipadatkan. Kami ingin para peserta mendapatkan esensi informasi tentang gereja tua dan tradisi iman yang ada di sini. Intinya kami siap jadi tuan rumah yang baik” ujar RD. Felicianus Dari, Sabtu (27/6/2026) petang.

Sebagai upaya meningkatkan pengalaman peziarah, pihak paroki juga telah menyiapkan materi informasi dalam bentuk sinopsis naratif mengenai sejarah gereja berusia 126 tahun tersebut serta prosesi Logu Senhor.

Materi ini nantinya disajikan dalam bahasa Indonesia, Inggris, dan Portugis. Untuk memandu para peserta, Bapak Eddy telah ditunjuk sebagai pemandu utama bagi para tamu yang berkunjung.

RD Feliks menambahkan bahwa ziarah kreatif ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang kunjungan wisata rohani semata, namun juga menjadi momentum strategis bagi Paroki Sikka untuk mempromosikan kekayaan tradisi iman Katolik kepada kaum muda dari berbagai daerah di Indonesia.

“Setelah anak-anak muda ini datang dan kembali ke keuskupan masing-masing, mereka dapat menjadi duta yang mempromosikan tentang Gereja Tua Sikka dan Logu Senhor”

Sementara itu, Ketua OMK Paroki Santo Ignatius Loyola Sikka, Gregorius Stefan Mangwara, menambahkan bahwa kesiapan teknis di lapangan saat ini sudah mendekati 100 persen.

“Kelompok OMK telah berlatih menari dan menyanyi selama hampir satu bulan penuh untuk penyambutan. Pembagian tugas di setiap titik ziarah juga telah dilakukan agar pelayanan kepada delegasi dari sembilan keuskupan dapat berjalan maksimal,” jelas Gregorius Stefan Mangwara.

PubDoc NYD

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top