Sekilas Tentang Renstra Keuskupan Maumere

VISI: Keuskupan Maumere yang Beriman, Sejahtera, Solider, dan Membebaskan dalam Terang Sabda Allah

Misi:

  1. Mereorientasi Gereja Keuskupan Maumere dan pastoralnya sesuai dengan semangat Yesus demi mengintegrasikan ibadah dan perjuangan kemasyarakatan.
  2. Memberdayakan umat dan warga dalam pelbagai aspek kehidupan
  3. Memperjuangkan perubahan struktur kemasyarakatan demi menciptakan peluang yang lebih besar bagi perkembangan orang perorangan dan masyarakat. 

Perubahan Struktur Kemasyarakatan:

  1. Mengembangkan model-model pengembangan ekonomi yang lebih efektif
  2. Memperjuangkan sistem pemerintahan/negara yang lebih berpihak ke pada masyarakat warga
  3. Mengembangkan tata nilai baru yang lebih menjamin perkembangan manusia dan masyarakat
  4. Mengembangkan solidaritas antar umat dan warga lintas kelompok.

Strategi

  1. PemberdayaanPelayanPastoral, baikyang tertahbismaupunawam, khususnyaPelayanPastoral di KomunitasBasis Gerejawi(KBG)
  2. PemberdayaanKomunitasBasis Gerejawi(KBG), baikbasis teritorialmaupunbasis kategorial

Program Pastoral KUM

  1. Pemberdayaan Pelayan Pastoral
  2. Pemberdayaan keluarga Katolik
  3. Pemberdayaan Ekonomi
  4. Pemberdayaan Politik
  5. Pengembangan Solidaritas
  6. Pengembangan Ketahanan Iman dan Budaya
  7. Pemberdayaan Organisasi Pastoral
  8. Program Mandatori: LAUDATO SI’

Konteks Pastoral

PROGRAMMASALAH POKOKSEBAB KUNCI
I. Pemberdayaan Pelayan PastoralLemahnya mutu pelayan pastoralKurangnya pelatihan yang berjenjang berkesinambungan, dan bermutu untuk pelayanan pastoral
II. Pemberdayaan Keluarga Katolik1.Lemanhnya penanaman nilai – nilai Kristiani dalam keluarga1.Lemahnya Pastoral Perkawinan dan Keluarga 2.Kurangnya kesadaran orang tua tentang tanggung jawabnya
2.KDRT masih banyak terjadiLemahnya pastoral perkawinan dalam keluarga (Pra dan Pasca Nikah)
III. Pemberdayaan Ekonomi1.Banyak warga masih miskin1.Pendampingan wirausaha belum bermutu 2.Managemen keuangan belum teratur
2.Belum adanya perhatian para perantau1.Belum adanya desakan dari warga agar pemerintah memberi perhatian kepada perantau 2.Biro Migran dan perantau belum berfungsi dengan baik
PROGRAMMASALAH POKOKSEBAB KUNCI
IV. Pemberdayaan Politik1.Kesadaran politik warga masih lemahKurangnya pendidikan politik yang berkesinambungan bagi umat
2.KKN masih terjadi di wilayah kita1.Lemahnya kontrol masyarakat terhadap penyelenggara negara 2.Lemahnya penegakan hukum terhadap kasus-kasus korupsi
V.  Pemberdayaan Solidaritas UmatLemahnya solidaritas sosial1.Kurangnya penanaman nilai-nilai 2.Belum semua warga dan organisasi pastoral mengembangkan aksi solidaritas
VI. Ketahanan Warga Terhadap Iman dan Budaya1.Masih adanya pesta pora
1.Masih kurangnya pemahaman umat tentang nilai dari pesta dan akibat dari pesta pora 2.PERDA tentang keramaian belum ditegakkan
2.Penyalagunaan media sosialKurangnya edukasi tentang penggunaan media sosial
VII. Pemberdayaan Organisasi Pastoral1.Rapuhnya eksistensi persekolahan dan yayasan milik KUM1.Lemahnya tata kelola (yayasan dan sekolah) 2.Mayoritas umat belum merasa memiliki sekolah-sekolah katolik 3.Kuragnya perhatian pemerintah terhadap sekolah-sekolah swasta
 2.Koordinasi pastoral masih lemah1.Kurangnya pertemuan rutin lintas organisasi pastoral secara berjenjang dan terencana 2.Belum optimalnya managemen kepemimpinan organisasi pastoral
PTujuanSasaran
IPelayan pastoral semakin bermutuMakin banyaknya pelatihan yang berjenjang, berkesinambungan, dan bermutu bagi pelayan pastoral
II1.Menurunya KDRT di Keuskupan MaumerePendampingan Pra dan Pasca Nikah lebih bermutu dan berkelanjutan
2.Meningkatnya penanaman nilai nilai Kristiani dalam keluarga1)Semakin bermutunya pastoral perkawinan dan Keluarga
2)Meningkatnya kesadaran orangtua tentang tanggung jawabnya
III1.Semakin banyak warga sejahtera1)Pendampingan kewirausahan semakin bermutu dan berkelanjutan
2)Manajemen keuangan keluarga semakin baik
2.Adanya perhatian terhadap buruh migran dan perantau1)Biro migran dan perantau di KUM berfungsi dengan baik (Optimal)
2)Adanya desakan warga terhadap pemerintah untuk memberi perhatian kepada para perantau.
IV1.Kesadaran politik kritis warga semakin meningkatPendidikan politik yang berkesinambungan bagi Umat
2.Semakin berkurangnya KKN di KUM1)Menguatnya kontrol masyarakat  terhadap penyelenggara negara
2)Penegak hukum lebih serius dalam penanganan  kasus-kasus korupsi
PTujuanSasaran
VMeningkatnya Solidaritas Sosial1)Nilai-nilai solidaritas tertanam dalam keluarga-keluarga katolik
2)Semua Wadah dan organisasi pastoral disetiap jenjang  menggerakkan aksi solidaritas sosial
VI1.Menurunnya kebiasaan pesta pora1)Umat lebih menyadari akibat dari Pesta Pora ●
2)PERDA tentang keramaian ditegakan
2.Semakin banyak warga  menggunakan media sosial secara baik dan benarMeningkatnya kegiatan edukasi tentang penggunaan media sosial
VII1.Eksistensi sebagian besar Yayasan dan Sekolah Katolik milik keuskupan Maumere semakin baik1)Menguatnya tata kelola Yayasan dan Sekolah Katolik
2)Mayoritas umat sudah merasa memiliki Sekolah Katolik
3)Kebijakan pemerintah berpihak kepada Yayasan dan Sekolah Katolik
2.Semakin baiknya Koordinasi Pastoral di berbagai tingkatan1)Adanya pertemuan rutin lintas organisasi pastoral secara berjenjang dan terencana
2)Manajemen Kepemimpinan  Pastoral semakn baik

Kerangka Dasar Tanggapan Pastoral

Harapan terhadap PP

  1. PP menjadi orang-orang yang mengawal visi KUM, agen perubahan, pejuang kepentingan komunitas dan pengarah semua anggota komunitas ke arah cita-cita KUM.
  2. Peran ini bersumber pada kedekatan PP dengan Allah dan solider dengan sesama, khususnya yang menderita dan tersisihkan.
  3. Di pihak lain PP memiliki ketrampilan untuk:
    • Mengembangkan kesadaran kritis pada anggota komunitas (proses ideologisasi),
    • Menjalankan metodologi pastoral dalam kegiatan pastoral (mendampingi Ansos, refleksi biblis, dan Renstra)
    • Mendampingi upaya tanggap situasi dan mengawal rancangan pastoral
    • Mendampingi organisasi dan jejaring perubahan.
    • Mengorganisir keahlian yang ada dalam komunitas
    • Menggalang dana
    • Mendampingi dan merayakan liturgi sebagai perayaan kehidupan yang memberi inspirasi untuk perjuangan hidup.

Scroll to Top