Bola, 19 April 2026 — Tim Komisi Liturgi Keuskupan Maumere menggelar pelatihan ibadat pemakaman tanpa imam di Paroki St. Martinus Bola pada Minggu (19/4/2026). Kegiatan ini diikuti oleh utusan seksi liturgi, para pengurus KBG, lingkungan, dan stasi yang datang dengan antusias untuk memperdalam pemahaman serta keterampilan dalam pelayanan liturgi.
Dalam pelatihan ini, Bapak Geradus Paga memberikan materi utama mengenai tata perayaan ibadat pemakaman tanpa imam. Materi tidak hanya disampaikan secara teoritis, tetapi juga dilengkapi dengan praktik langsung sehingga peserta dapat memahami alur perayaan secara konkret. Suasana pelatihan semakin hidup saat sesi diskusi, di mana berbagai pertanyaan muncul dari peserta. Beberapa isu yang dibahas antara lain menyangkut umat yang pindah agama, mereka yang meninggal karena bunuh diri, serta kemungkinan perayaan misa pemakaman dalam situasi-situasi tersebut. Pertanyaan-pertanyaan ini menunjukkan kerinduan umat untuk memahami ajaran dan praktik liturgi Gereja secara lebih mendalam.
Selain itu, Sr. Ann, SMI turut memberikan materi tentang penataan dan dekorasi gereja sesuai aturan liturgi. Ia menekankan pentingnya penggunaan bunga hidup sebagai bentuk penghormatan dalam perayaan liturgi. Untuk mendukung hal tersebut, ia mendorong umat agar mulai membudidayakan bunga di lingkungan masing-masing sebagai bagian dari kesiapan pelayanan liturgi.
Beragam pertanyaan lain seputar liturgi juga disampaikan oleh peserta, yang kemudian mendapat pencerahan dari Ketua Komisi Liturgi Keuskupan Maumere, RP. Yanto Ndona, O’Carm dalam arahannya, ia menegaskan pentingnya pemahaman liturgi yang benar agar setiap perayaan Gereja berlangsung secara layak dan bermakna.
Menutup kegiatan ini, RP. Yanto Ndona O’Carm berharap agar seluruh peserta dapat mengimplementasikan pengetahuan dan keterampilan yang telah diperoleh dalam pelayanan di stasi masing-masing. Kehadiran para petugas liturgi yang terlatih diharapkan dapat membantu pastor paroki dan pastor rekan, khususnya dalam situasi ketika imam tidak dapat hadir, sehingga pelayanan kepada umat tetap berjalan dengan baik dan sesuai ketentuan Gereja.
Ivana Gaharpung