Tanggapan Pastoral: Perencanaan Pastoral 2026

Moderator        : Rm. Lorens Bate Laja

Narasumber     : Rm. Yanuarius Role

Waktu              : 11.33-12.00 WITA

  • Pastoral adalah pergumulan rangkap situasi masyarakat atau konteks masyarakat dengan Kehendak Allah. Inilah yang dinamakan Pilar Pastoral.
  • Peserta Evaluasi sudah mengikuti Proses dan tahap-tahap dalam merefleksikan Pilar Pastoral.
  • Bertolak dari Evaluasi Paroki-paroki dan KOBILEM kemudian ada pemahaman tentang konteks Pastoral mencakup rangkuman Evaluasi, Asesemen Pastoral dan Survei Pastoral. Selanjutnya ada pemahaman tentang Kehendak Allah dalam refleksi Biblis. Selanjutnya, dibentuk tanggapan pastoral meliputi rancangan dan praktek pastoral. Meliputi matrix kegiatan, Matrix Distribusi biaya, RAB dan kalender kegiatan. Kegiatan selama tahun 2025 sebanyak 1161 di KOBILEM dan di Paroki sebanyak 10.710 kegiatan.
  • Selama tahun 2025, kegiatan bersifat rapat dengan presentasi 32,82% di KOBILEM sementara di Paroki 11,24 %. Aksi nyata di KOBILEM 27,22%  sementara di Paroki sebanyak 32,84%.
  • 7 Program Pastoral KUM:
    • Pemberdayaan Pelayan Pastoral: Semua Pelatihan yang berhubungan dengan Pelayan Pastoral.
    • Pemberdayaan Keluarga; Semua sosialisasi, pembinaan-pembinaan bagi anak-anak dan pesertanya adalah umat atau keluarga kategorial dan BUKAN PELAYAN PASTORAL, seperti pengurus OMK, Tim Pendamping Keluarga, Pendamping SEKAR dan SEKAMI.
    • Pemberdayaan Ekonomi: Pesertanya adalah anggota kelompok kategorial dalam hubungannya dengan pemberdayaan ekonomi umat. 
    • Pemberdayaan Politik Warga: Pesertanya adalah anggota kelompok kategorial sepeti OMK.
    • Pengembangan Solidaritas Warga: Semua sosialisasi dan pelatihan aksi nyata tentang sosial dan solidaritas dan pesertanya adalah umat dan kelompok kelompok-kelompok kategorial.
    • Pengembangan Ketahanan Iman dan Budaya: Peryaan-perayaan/ misa-misa pelayanan sakramen-sakramen dan pesernya adalah umat dan anggota kelompok.
    • Pemberdayaan Organisasi Pastoral: Meliputi kegiatan evaluasi dan monitoring atau semua rapat pertemuan/aksi koordinasi yang pesertanya baik pelayanan Pastoral maupun umat atau kelompok keanggotaan,

Empat Fokus Program Pastoral Tahun 2026:

  • Penguatan KBG sebagai Komunitas Iman dan Perjuangan:
    • Kegiatannya meliputi penyusunan Booklet Panduan Pengembangan KBG (PUSPAS_KP3)
    • Pelatihan Kepemimpinan Para Pengguna KBG per TPAPT (PUSPAS-KP3)
    • Kunjungan KBG oleh Tim Pastoral Terpadu di Tingkat paroki (Paroki)
    • Menentukan dan mendampingi minimal 1 KBG sebagai “Pilot Project” KBG sebagai Komunitas iman dan Perjuangan di masing-masing Paroki.
  • Penguatan Kapasitas Para Pelayanan Pastoral: Imam dan Awam
    • Rekoleksi Tematis bagi para PP (Imam dan  Awam)
    • Pelatihan Perencanaan dan Monev Pastoral bagi Para Pengurus Stasi Lingkungan/KBG
    • Pelatihan bagi Tim Pelatih (TOT) “Pemimpin Ibadat Tanpa Imam” bagi pengurus KBG di Paroki (Liturgi)
    • STUPA: Kursus Evangelisasi Pribadi (KEP). PUSPAS.
  • Peningkatan Tata Kelola Keuangan Paroki
    • Sosialisasi Kebijakan Keuangan KUM dengan sistem satu pintu (one gate system)
    • Pelatihan Sistem Pencatatan Keuangan dengan Myob bagi para bendahara paroki dan imam baru (usia imamat di bawah 5 tahun) (Tim Ekonomat).
  • Pengembangan Solidaritas Warga
    • Sosialisasi tentang GESSER dan Solidaritas Pendidikan berjenjang dari KUM-KBG (Badan Solidaritas KUM)-Seksi Solidaritas Paroki).

Arahan dari Rm Romo Franci berdasarkan pertanyaan  Peserta:

Berdasarkan hasil Evaluasi, Bagaimana dengan temuan adanya potongan anggaran meskipun kegiatan tidak terlaksana?

Jawaban dari Rm Franci, terkait alokasi untuk pembiayaan Pastoral Tingkat Keuskupan, untuk kita ketahui sumbernya adalah APP 100% yang dikumpulkan dari umat telah masuk ke Keuskupan. Kemudian dari 100% ini, 30% ke KWI. Sementara 70% kembali ke Umat dengan skema, 40% untuk badan solidaritas dan 30 % untuk sosial karitatif.


Konsolidasi KOBILEM (Komisi Biro dan Lembaga)

Narasumber               : Pak Leksi

Moderator                  : Rm. Yoris Role

Waktu                         : 12.30-13.00

Kegiatan Mandator dan Tawaran KOBILEM 2026

Penegasan-penegasan:

  • Rm Kristo Lodo, Rm Yanto, Rm Kanis: Mengingatkan agar paroki-paroki lebih aktif lagi untuk mengutus delegatus dari parki-parokinya untuk terlibat dan ikut kegiatan KOBILEM yang sudah direncanakan dalam tingkat Keuskupan Maumere.
  • Rm Alo Ndate: Mengapresiasi kegiatan dan kemajuan Pastoral Keuskupan Maumere baik dalam segi sistem digital dan keuangan yang semakin baik. Harapannya supaya tetap konsisten ke depannya.
  • Pater Yanto O’Carmel: Harap untuk pelatihan Lektor dan Akolit jangan kirim yang Novist tetapi yang sudah menerima kaul ketiga.
  • Rm Leksi: Agar pastor paroki merencanakan anggaran Paroki untuk membantu memperlancar kegiatan NYD, biaya 500.000/ orang dengan kuota 10 orang.
  • Rm Epi Rimo: KPKC di paroki-paroki harap lebih aktif dan ke depannya akan gencar sosialisasi KUHP terbaru. Untuk itu, mesti ada kerja sama dari Paroki-paroki untukk menanggapi hal ini.
  • Rm Quin: Ziarah tingkat Keuskupan tiap tahun terdiri dari tiga tempat yaitu Lela, Nilo dan Watusoking. Dari Evaluasi dua tahun yang sedang berjalan, di tingkat para imam pada rekoleksi. Para imam merasa keberatan terutama di bulan Mei tanggal 13 Mei dan 31 Mei dirasa berat dan harapannya untuk hadir dari para imam terlihat kurang terlebih khusus d Watusoking. Alasannya karena ada misa-misa penutupan bulan maria di Paroki-paroki. Untuk itu, berdasarkan kesepakatan bersama Bapa Uskup dan Para Para Pastor Paroki maka ditetapkan Ziarah setahun terjadi dua kali  yaitu tanggal 13 Mei di Nilo, tanggal 13 Oktober di Lela.
  • Pater Ris Carmel: Menganjurkan agar di tengah harga kakao yang naik ini harap kelompok atau anggota tani kakao yang sudah sukses itu menangkap peluang ini.
  • Bapa Redem: Mengusulkan kepada komisi PSE-C, dalam hubungannya dengan fenomena rentenir di umat-umat tanpa harus mendapat informasi dari Paroki-paroki. Artinya, Komisi PSE menjemput bola atau turun langsung ke Paroki-paroki tanpa harus menunggu permintaan dari Paroki-paroki.
  • Rm. Lorens Noi: Untuk PSE, Coba dibuat semacam pemetaan karakter dari masing-masing Paroki terkait dengan sumber daya yang mesti dikelola. Untuk itu, buatkan peta untuk menjawabi bahwa bidang PSE di Keuskupan Maumere ini tidak hanya pertanian Kakao tetapi masih banyak bidang kehidupan yang bisa dilihat dari pemetaan itu.  

Scroll to Top