Sesi II

Tempat : KCH

Tema               : Pendalaman Biduk

Narasumber     : Pak Leksi

Moderator        : Romo Yani Sumario

Waktu              : 10.40-11.30 WITA

Progres BIDUK Desember 2025

  • Paroki Yang belum mencapai 100 % dengan presentasi tertinggi 92 % dari Paroki Koting dan Paling terakhir adalah Paroki Kloangpopot dengan presentasi 52 %
  • Jumlah Umat Keuskupan Maumere per 31 Desember 2025: 222.459 Jiwa dan Jumlah Kepala Keluarga : 64.345
  • Jumlah umat KUM berdasarkan usia: Usia 0-5 tahun sebanyak 9.585 jiwa, 6-12 tahun sebanyak 26.181 jiwa, 13-17 tahun sebanyak 21.547. 18-22 tahun sebanyak 22.940 jiwa. 23-35 tahun sebanyak 43.488 jiwa. 36-59 tahun sebanyak 65.272 jiwa. Dan lebih dari 60 tahun sebanyak 34.113 jiwa.
  • Bonus Demografi Umat KUM: 0-17 tahun sebanyak 53.313 jiwa. 18-59 tahunn sebanyak 131.700 jiwa. Lebih dari 60 tahun  34.113 jiwa.
  • Data Sakramen: Dibaptis sebanyak 93.426 jiwa, Komuni Pertama, 21.424 Jiwa, Krisma, 12.452 jiwa dan Perkawinan 42.417 jiwa.
  • Status Kepala Keluarga: Jumlah KK tahun 2024 sebanyak 62.947 jiwa sementara di tahun 2025 sebanyak 64.345 jiwa.
  • Yang belum menikah di tahun 2025 sebanyak 6.330 terdapat 201 pasangan yang berusia 12-19 tahun. Sementara janda 8.160 jiwa terdiri dari 3.843 berusia di atas tujuh puluh tahun.
  • Disabilitas sebanyak 386 jiwa, kelahiran di tahun 2025 sebanyak 113 rata-rata 3 orang per paroki. Data ini sepertinya belum diupdate secara teratur dari paroki-paroki.
  • Data kematian: Tahun 2023: 109 jiwa, tahun 2024:261 dan tahun 2025 sebanyak 343 atau sama dengan 8 orang per paroki. Data ini juga belum sama sekali sepenuhnya diupdate di akun BIDUK.

Evaluasi Progres Tahun 2023-2025

  • Kendala-kendala utama dalam pengisian data umat BIDUK di antaranya dengan presentasi terbanyak adalah tidak adanya tim pendata yang terdapat di 29 paroki dengan presentasi 63% sementara persentasi paling sedikit adalah tidak adanya pelatihan lanjutan pada 11 Paroki dengan presentasi 24%.
  • Berdasarkan kuisioner dari bagian BIDUK Keuskupan yang mencari tahu bantuan apa yang paling banyak dibutuhkan agar pembaharuan data biduk berjalan lebih efektif. Tingkat kebutuhan sangat tinggi adalah pembentukan tim pendata baru sementara tingkat kebutuhan menengah adalah perbaikan sistem BIDUK (akses, fitur, dsb).
  • Temuan Umum dari tim BIDUK KUM: Pertama, Paroki yang 100% di tahun 2023 tidak mengupdate di tahun 2024 dan 2025. Kedua, Perbedaan signifikan antara data dan realitas umat. Ketiga, Permasalahan manejeriall dan Struktural karena admin khusu tidak ada dan format yang dibagikan ke umat tidak dikumpulkan kembali.
  • Analisis Kritis; Ketidaksesuaian indikator keberhasilan, kegagalan dalam penyelesaian pendataan awal, dan dampak langsung terhadap perencanaan Pastoral. BIDUK itu penting karena Perencanaan tenaga pastoral dan distribusi iman, penentuan kebutuhan liturgi, pendidikan iman dan pelayanan sakramen, perencanaan keuangan dan program-program.
  • Kesimpulan; Sistem biduk telah berfungsi secara teknis namun gagal dimanfaatkan secara maksimal. Kemudian, capaiak 100 % tidak berarti data valid, melainkan proses pembaharuan harus tetap berjalan, banyak paroki belum menyelesaikan pendataan awal sejak 2025 menunjukkan kelemahan struktural dalam manajemen data.
  • Tanpa intervensi sistemik, Keuskupan berisiko mengambil keputusan pastoral yang tidak berbasis pada realitas umat.
  • Testimoni dari admin BIDUK Paroki St. Yoseph Katedral Maumere:
    • Ikut Sosialisasi bersama Pastor Paroki terkait langkah-langkah proses pendataan dari TIM Biduk KAJ. Kemudian Langkah awal adalah memberikan Formulir pertama KK dan Formulir kedua yaitu anggota keluarga. Adapun kesulitan, pertama, awalnya kami kesulitan karena kami sendiri mengisi dan membagikan. Kemudian kami membaharui cara itu dengan membagikan formulir kepada ketua KBG. Tapi kendala juga yaitu ada beberapa umat tidak memberikan data pribadi mereka terkait tempat dan tanggal lahir. Di tahun 2024 diberikan kepada saya kepercayaan sebagai admin untuk bisa fokus terkait data ini. Akhir tahun 2024, kami punya program turun dari rumah ke rumah bersamaan dengan kunjungan dan berkat dari rumah ke rumah. Momen ini juga kami mendata kembali, membaharui data umat berdasarkan kunjungan dari rumah ke rumah yang cukup efisien.
    • Rm Epi sebagai Pastor Paroki: Terima kasih kepada Rm Anis yang sudah meletakan dasar-dasar yang kokoh untuk pendataan BIDUK ini. Kemudian, tugas kami adalah mempertahankan data dan membaharui data tersebut secara terus menerus. Konsisten adalah kuncinya.

Evaluasi dari Mgr. Edwaldus Martinus Sedu : “Kita harus melihat data BIDUK sebagai suatu kebutuhan Pastoral yang begitu berguna untuk kita dalam rangka perencanaan kegiatan dan sebagainya. Karena itu saya berpikir ini adalah satu penilaian bagi kita untuk Pastor Paroki. Perencanaan Kegiatan, Pengelolaan Keuangan, dsb apabila tidak ada keseriusan dalam data BIDUK maka Pastor Paroki bisa dimutasikan. Pastor Paroki harus punya dana khusus untuk pengelolaan data BIDUK. Data BIDUK di Tahun 2026 menjadi tolak ukur bagi kinerja Para Pastor Paroki. Sebab dari Progres Data Biduk dapat dinilai bagaimana dan sejauh mana Relasi dan Kinerja Pelayanan Pastor Paroki selama ini.


Scroll to Top