Rangkuman Hasil Pleno
Berikut adalah poin-poin inti dari hasil pembahasan pleno:
A. Isu Pendidikan & Yayasan Sanpukat
- Tantangan Utama: Adanya desakan masyarakat untuk menegerikan sekolah Katolik karena kurangnya perhatian yayasan terhadap fasilitas dan kesejahteraan guru.
- Tanggung Jawab: Sanpukat adalah tanggung jawab seluruh keuskupan. Pastor Paroki harus berperan aktif (diusulkan sebagai Wakil Ketua Sanpukat di paroki) dan Ketua Yayasan wajib meningkatkan koordinasi lapangan.
- Solusi: Perbaikan manajemen oleh pengurus baru, transparansi masalah internal, dan peningkatan partisipasi sekolah dalam dana solidaritas.
B. Strategi Pastoral & Keuangan (Renstra)
- Arah Pastoral: Mengacu pada Amanat Sinode II dan Renstra Pastoral KUM dengan alur koordinasi PUSPAS -> Tim Puspas -> Pastor Paroki -> DPP -> Umat.
- Peran Klerus: Pastor paroki harus memiliki softskill manajerial untuk menjembatani program pusat dengan kebutuhan umat. Kebijakan strategis juga mencakup upaya memperlembut klerikalisme.
- Fokus Pemberdayaan (KBG): KBG menjadi wadah utama (lokus) penyampaian persoalan dan pelaksanaan program, dengan target pembenahan dan pendidikan modul pada tahun 2026.
- Manajemen Keuangan:
- Memisahkan dana operasional (administratif) dengan dana solidaritas (karitatif/donasi).
- Perbaikan anggaran secara bertahap.
- Kesejahteraan karyawan harus sesuai UMR dan tunjangan pemerintah.
C. Pemberdayaan Ekonomi Umat
- Konsep “Rumah Sakit Lapangan”: Gereja harus mampu mendiagnosa (melihat masalah), mencegah, dan menyembuhkan penyakit sosial-ekonomi umat.
- Implementasi: Pemberian beasiswa untuk mencegah putus sekolah, pemberdayaan kelompok ekonomi masyarakat melalui penyuluhan dan pendanaan, serta perluasan jejaring fasilitas.