Sesi 4 : Evaluasi Badan Solidaritas
Waktu : 16.00 – 17.30
Moderator : RD. Ferer
Narasumber : RD. Kanis
- Secara sederhana, Solidaritas memiliki makna yang luas, mencakup rasa kesetiakawanan, kebersamaan dan simpati yang muncul karena adanya kepentingan atau perasaan senasib di anatar anggota. Dalam konteks Gereja Katolik, pentingnya kepedulian terhadap umat yang membutuhkan bantuan menjadi tanggung jawab bersama untuk membangun dan mewujudkan iman umat. Jika dihayati dengan baik, solidaritas berfokus pada tanggung jawab untuk membantu satu sama lain demi mencapai kebaikan dan kepentingan bersama.
- “Sesuatu berasal dari umat, oleh umat dan untuk umat.” Ini merupakan moto dari Aksi Solidaritas Keuskupan Maumere. Dalam kaitannya dengan ini, aksi solidaritas Keuskupan Maumere merupakan solidaritas yang merupakan perwujudan kasih yang mendidik hati, di mana kasih solidaritas itu membuat dunia berubah dan membuat gereja menjadi tetap hidup. Kasih solidaritas juga mengubah cara pandang kita untuk memberi bukan karena mampu, melainkan karena mau. Sebagai informasi umum, kegiatan Mandatori Evaluasi akhir Tahun 2024 & Program tahun 2025 menghasilkan dua poin penting yakni Pertama, merevisi pedoman penggunaan aksi solidaritas dan menyusun pedoman umum, di mana tata kelolah pemberdayaan KBG juga memberikan dukungan terhadap SANPUKAT. Kedua, mensosialisasikan pedoman umum Badan Solidaritas KUM dan Pedoman Khusus serta pedoman teknis pada saat rekoleksi para imam.
- Adapun Program kerja Badan Aksi Solidaritas selama setahun ini, yakni peningkatan kapasitas para pelayanan pastoral (P1), Pemberdayaan solidaritas warga (P5) dan pemberdayaan organisasi pastoral (P7). Badan Aksi Solidaritas merancang kegiatan sebanyak 46 program kegiatan. Dari 46 program kegiatan ini, 44 kegiatan terlaksana dan 4 kegiatan non renpasta
- Realisasi keaktifan dan pemanfaatan Aksi Solidaritas Pembangunan
- Rencana Penerimaan setoran: jika keaktifan umat 100%, maka dana yang dihasilkan sebesar 2.838.000.000
- Realisasi penerimaan; dari umat sebesar 902.578.000, dari biara dan komunitas sebesar 19.667.000, dari penerimaan lain sebesar 732.089.657. jadi, total semuanya sebesar 1.654.334.657.
- Solidaritas pembangunan; 100% paroki-paroki terlibat aksi solidaritas pembangunan, diantaranya 27 paroki menggunakan biduk, 15 paroki menggunakan data app dan aksi natal 2025.
- Progres keaktifan 10%; ada 12 paroki yang mengalami peningkatan dari tahun 2023-2025
- Realisasi Pembiayaan Solidaritas Pembangunan
- Pemberdayaan pelayan sebesar 7.371.000, pemberdayaan solidaritas sebesar 1.133.454.000, pemberdayaan organisasi pastoral sebesar 56.700.971 dan pembiayaan lain sebesar 54.678.764. jadi total semuanya sebesar 1.252.204.735.
- Pemanfaatan aksi solidaritas; 60jt (reward utk waioti dan wairpelit), 180jt (pembanguna dan sarana prasarana 6 paroki), 17. 917.500 (pembangunan biara), 516.011.000 (gerakan sanpukat untuk 7 sekolah).
- Realisasi keaktifan dan pemanfaatan Aksi Solidaritas Pendidikan
- Setoran SD-PT sebesar 212.702.000, setoran mandiri sebesar 27.894.000 dan penerimaan lain sebesar 314.310.119. jadi total semuanya sebesar 554.906.199.
- Realisasi pembiayaan solidaritas pendidikan
- Bantuan pendidikan awam sebesar 96.764.000, pembiayaan lain-lain sebesar 30.638.778. jadi total semuanya sebesar 127.402.778.
- Pertanyaan diskusi
- ada ketimpangan antara realisasi penerimaan dan pembiayaan. Solusi apa yang ditawarkan oleh sidang ini untuk meningkatkan keterlibatan umat dalam gerakan aksi solidaritas ini?
- Ada gerakan peduli sanpukat. Bagaimana menggerakkan partisipasi sekolah-sekolah dari setiap jenis dan jenjang termasuk sekolah-sekolah sanpukat terhadap gerakan solidaritas pendidikan?
- Pertanyaan informatif
- RD.Lorens Noi: anjuran untuk pendidikan, untuk muhamadiya tidak perlu dicantumkan saja. Kalau memang dicantumkan, sd-sma juga harus dicantumkan.
- Jawaban: oleh karena beberapa penerima manfaat berasal dari muhamadiyah, maka hal ini kami buat dan hal ini sudah ditetapkan jauh sebelumya.
- RD.Rikar: mengapa ada penurunan keaktifan pada sekolah2? Bagaimana upaya untuk peningkatan solidaritas pendidikan?
- Jawaban: Penetapan SK untuk dana solidaritas oleh Sanpukat.
- Utusan Paroki Lekebai: tingkat keaktifan tidak stabil. Apa boleh sanpukat mengumpulkan pastor paroki, kepala sekolah dan komite untuk bincang hal ini?
- Jawaban: sangatlah bisa Badan solidaritas bukan sanpukat, tetapi sanpukat memberi roh supaya sekolah atau murid yang sekolah di dalamnya itu hidup. Ini menjawab pertanyaan dari umat yang mengatakan ketika kami memberi uang kepada sanpukat, sanpukat memberi apa untuk kami?
- RD.Lorens Noi: anjuran untuk pendidikan, untuk muhamadiya tidak perlu dicantumkan saja. Kalau memang dicantumkan, sd-sma juga harus dicantumkan.
*Tim SC & OC