Notulen Hari I

Hari/Tanggal   : Senin, 26 Januari 2026

Tempat            : Kherubim Center Hall

Waktu              : 17.15-17.30

  1. Sapaan Bapa Uskup:
    • Pembagian tempat duduk untuk Romo dan Frater kali ini adalah Suatu refleksi dari pertemuan-pertemuan sebelumnya bahwa kita harus menjadi bagian terdepan dalam kegiatan-kegiatan pertemuan.
    • Kehadiran peserta adalah tanda nyata dari kehidupan Gereja. Pertemuan ini sebagai ruang rahmat dan bukan rutinitas tahunan. Kita datang mendengar dan merenungkan untuk melihat tanda-tanda zaman sambil membuat komitmen. Dalam tema “KBG dari Ritual Menuju ke Perjuangan”. Apakah KBG kita sudah sungguh menjadi ruang kudus yang membebaskan? KBG dipanggil bukan untuk berdoa bersama tetapi untuk berjuang bersama. Banyak hal di antaranya dinamika sosial yang mesti diperjuangkan bersama.
    • Kita berhenti sejenak bukan untuk meninggalkan pelayanan tetapi menata kembali arah pelayan Gereja. Tema ini bukan slogan tetapi suatu seruan profetis, Apakah hidup menggereja kita hanya ritual ataukah sudah menjadi sebuah daya juang hidup beriman. Evaluasi sebagai medan belajar bersama. Gereja yang dewasa adalah gereja yang mau belajar, gereja yang mengintropeksi, gereja yang mau mendengar kritikan dan gereja yang mau bertumbuh.
    • Evaluasi sebagai ruang memperkaya wawasan. Belajar bukan untuk mencari siapa yang paling benar, tetapi memantapkan siapa yang paling setia.  Kita didorong oleh hasil Sinode II KUM. Kita bawa evaluasi ini dalam suasana doa. Semoga dengan Evaluasi ini Gereja Keuskupan Maumere mampu menemukan model KBG yang tepat.
    • Pesan inti yaitu, Pertama, Evaluasi tahunan adalah momen belajar tanpa henti sebagai murid-murid Kristus. Ruang belajar dan bukan ruang menghakimi. Dari evaluasi yang jujur, lahir kebijakan pastoral yang mendewasakan. Kedua, merawat kebersamaan sebagai kekuatan pastoral. Kebersamaan membuat kita tidak lemah. Perbedaan pandangan tidak harus memecahkan satu sama lain, melainkan satu kekuatan dalam kebersamaan. Ketiga, menghidupi KBG sebagai perjuangan hidup iman yang nyata. KBG sebagai ruang iman diuji, dan bukan soal urusan litrugis tetapi juga sebagai ruang untuk keluar dari segala macam tantangan hidup.
  2. Penjelasan Chek in Online dan Akses bahan pertemuan oleh RD. Gabriel Rolly Davinsi.
    • Terangkum.id sebagai satu ekosistem kecil yang membantu kita untuk mengikuti kegiatan Evaluasi ini.
    • Latar belakang pembuatan website terangkum.id ini adalah membantu kegiatan evaluasi tahun 2026 ini.
    • Pada beranda ada Profil Keuskupan Maumere, Ada Program Pemberdayaan Pelayanan Pastoral, ada Pemberdayaan keluarga, Pemberdayaan Ekonomi Umat, Pemberdayaan Politik Warga, Pengembangan Solidaritas Warga, Pengembangan Ketahanan warga, Pemberdayaan Organisasi Pastoral.
    • Ada Sinode II Keuskupan Maumere, Ada Keuskupan Maumere: Komunitas Gereja Perjuangan. Ada tulisan-tulisan mencakup kegiatan Keuskupan mencakup hasil pertemuan-pertemuan di Keuskupan Maumere
    • Ada Menu Sinode KUM, Ada menu Evaluasi Renstra, ada menu Artikel-artikel, ada menu Berita. Pada menu Renstra ada menu Absensi, Informasi, Formulir (refleksi biblis, hasil refleksi kelompok), Notulen, Biduk, Artikel, Berita.
  3. Orientasi Umum (SC dan OC) : Rm Cesar dan Rm Wilfrid
    • Evaluasi dan Penyusunan Program Pastoral 2025-2026: Metodologi menggunakan Asesmen Reksa Pastoral Tahun Ke-III Keuskupan Maumere, dan observasi peninjauan sejauh mana kita melangkah.
    • Reasoning: dari Sinode 1, 2013 dibuat renstra 5 bidang kehidupan dan 7 program strategis menuju Visi dan misi KUM. Pada sinode II 2022, ada 7 program strategis, 12 masalah pokok dan 1 mandatory. Pada tahun 2023-2025 22.288 kegiatan. Dari sekian program pastoral ini, apakah sudah mendekati visi misi Keuskupan Maumere, apakah sudah terwujud KBG sebagai lokus dan fokus Gereja Perjuangan?
    • Proses dan Metodologi: Mempelajari rangkuman evaluasi Paroki 2025 dan rekomendasi-rekomendasi, asesmen pastoral (Dokumen pastoral, in depth Intervew, observasi partisipasi, Focus Group discusion dan survei (Pemetaan Profil KBG meliputi komunitas iman dan Perjuangan). Kemudian untuk Evaluasi Pastoral 2026 terdiri dari asesmen bersama meliputi diskusi dan pleno, kesimpulan dan catatan kritis, refelksi biblis dan tanggapan pastoral 2026.
    • Output dari Asesmen 2026: Strategi memperkuat kinerja pastoral (Pastor, renstra, tim pastoral paroki)-Networking meliputi forum gereja bersama, NGO, pemerintah Desa dan instansi teknis yang berkaitan dengan isu sosial, politik, ekonomi pendidikan budaya dan lingkungan hidup. Proporsi 7 prioritas pastoral, kemudian langkah-langkah nyata menjadikan KBG sebagai fokus dan lokus pastoral dan KBG sebagai komunitas iman dan perjuangan.
    • Jumlah Peserta yang diharapkan hadir: 274 orang
    • Tempat Pertemuan di KCH (sekaligus tempat makan dan minum), ada toilet, ada penginapan di Wisma Nazaret Nelle, untuk sementara ada 55 orang terdaftar menginap di Wisma Nazareth Nelle.  
  4. Sesi 1              : Presentasi Hasil Rangkuman Paroki, KOBILEM, dan Assesment
    • Moderator        : Rm. Kristo Lodo
    • Narasumber     : Rm. Yanuarius Role:
      • Sesi ini menampilkan gambaran hasil yang dicapai, tantangan-tantangan yang dihadapi dan peningkatan-peningkatan yang perlu dilakukan ke depannya.
      • Evaluasi sebagai kula babong pastoral yang sistematik, partisipatif, bermutu dapat diukur dengan alat bantu yang tepat untuk melihat keberhasilan, kegagalan, efektivitas dan impak dari karya pastoral.
      • Format evaluasi: alat bantu untuk merekam proses evaluasi.
      • Identifikasi data: 42 Paroki dan kuasi memasukan laporan ke Puspas.
      • Ada 9 Format laporan yang dikerjakan oleh Paroki dan semua terkumpul.
      • Rencana dan realisasi kegiatan per program tahun 2025. Total Renpasta 3.339  dan Pelaksanaan terlaksana, 80,54 %, sedang, 0,55 %. Presentasi terbanyak penyebab tidak terlaksana kegiatan adalah kurang adanya koordinasi dan komunikasi. Faktor pendukung terbanyak adalah adanya koordinasi dan komunikasi serta adanya dana, kerja sama. Total kegiatan: Rencana: 14.921.807.000. Realisasi: 8.936.304.898. Presentasi 59,89%.
      • Kegiatan Renpasta dan Non Renpasta. Sukses : 4.379. Sedang: 727. Gagal: 265. Total kegiatan terlaksana: 5.371 kegiatan.
      • Faktor penentu kegiatan terlaksana: Adanya koordinasi dan komunikasi, adanya dana, kerja sama, partisipasi, peserta, adanya tim, perencanaan yang baik.
      • Impak/ Rekomendasi: Pengaruh positif dalam komunitas Katolik adalah para fasilitator semakin terampil memfasilitasi katekese, semakin banyak fasilitator Katekese di tingkat paroki, ada banyak fasilitator memahami alur perencanaan pastoral dari tingkat Paroki sampai KBG. Pengaruh dalam masyarakat umum, anak-anak terlibat dan mulai aktif terlibat dalam kegiatan katekese.
      • Rangkuman KOBILEM: 19 kobilem: ada 17 laporan evaluasi dan ada 2 tidak buat evaluasi.
      • Pelaksanaannya : 472 Terlaksana dan sedang dibuat ada 8.
      • Faktor penyebab: presentasi tertinggi adalah pembatalan dari Paroki. Sementara faktor pendukung, adanya sarana dan prasarana sebagai presentasi tertinggi.
      • Anggaran rencana 7 Miliar dan terlaksana itu 3 M.
      • KOBILEM: Sukses 90.88 % dan 8.96 %. Total kegiatan terlaksana 603 kegiatan.
      • Impak: Peserta mampu memahami alur kegiatan dari mulai perencanaan kegiatan sampai evaluasi. Untuk masyarakat umum, umat mulai kritis menganalisis persoalan dalam komunitas.
      • Paroki Vs KOBILEM: Presentasi kegiatan terlaksana 80 % VS 74%. Sedang 19 % VS 25 %. Tidak terlaksana: 1 % VS 1 %. Anggaran: Terbanyak Dana dari Peserta 66.24 %, paling sedikit dana dari Paroki 19,56 % Vs Paling banyak Dana dari Pihak Lain, 71 %, paling sedikit dana dari KUM 12%.
      • Presentasi Pencapaian Kegiatan: Paroki Vs KOBILEM: Sukses 81.5 %  Vs 90.88%.
      • Rekomendasi Pastoral 2023-2025 yang terlaksana: 2023- Semua paroki terlibat dalam pembangunan gedung Sekertariat Keuskupan Maumere -Anggaran Pastoral berpedoman pada Tata Kelola Keuangan-Penanaman Pohon di paroki-paroki-keterlibatan dalam pesta demokrasi supaya aman dan damai-para pelayan pastoral mendorong keterlibatan sekolah-sekolah dalam Gerakan Solidaritas Pendidikan, dll.
      • Tahun 2024: Gerakan kembali ke KBG sebagai Fokus dan Lokus Gereja Perjuangan Pastoral dll.
      • Tahun 2025: Paroki-paroki merencanakan program kaderisasi pelayan pastoral secara berkelanjutan dari tingkat KBG, lingkungan dan Stasi, yang belum adalah paroki belum membentuk dan memperkuat unit-unit pengembangan ekonomi umat.
      • Catatan-catatan: Masih terdapat 14 Paroki yang belum teliti menginput dan realisasi kegiatan. Ada yang melaporkan kegiatan yang tidak sama dengan dokumen perencanaan. Ada paroki yang belum memahami tingkat pencapaian kegiatan terlaksana.
      • Anjuran Akhir: Pelatihan berjenjang dan lanjutan bagi para Fasilitator/MP dan Sekretaris Program Pastoral Paroki.
    • Hasil Assesmen   : Rm Wilfrid
      • Ringkasan : Asesmen bertujuan untuk memahami bagaimana memaknai seluruh rangkaian sinode pertama dan sinode kedua. Meliputi 7 hal dalam Program Pastoral.
      • Analisis Fenomenologis Dinamika Pastoral 2023-2025: Metode Coding dunia Pengalaman, Dialektika Dokumen Vs Pengalaman Subkejtif meliputi Komitmen Pastoral terdiri dari Temuan dari Dokumen (Data Objektif), temuan wawancara dan Interpretasi IPA (Makna Mendalam).
      • Kesimpulan dan Rekomendasi: Komitmen dan Komunikasi Pastoral meliputi lemahnya komitmen dan kecenderungan klerikalisme dalam komunikasi. Wawasan dan Skill Renstra (Perlu pelayan pastoral sama-sama paham tentang mengelola Renstra), Networking (Jejaring mesti diperluas seperti Konggregasi, Perguruan Tinggi dsb) dan Anggaran (Perlu ada kepastian anggaran).
      • Pertanyaan dari Rm. Ris, Carmel: bagaimana Cara menghitung program pastoral yang terjadi di Paroki-paroki sehingga tidak terjadi rentangan-rentangan kegiatan yang begitu cukup jauh? Jawaban dari Rm. Wilfrid itu terjadi mungkin cara kita menghitung program-program di Paroki kita itu berbeda.
      • Pertanyaan dari Rm. Domi Dange: sebenarnya model organisasi seperti apa yang dimaksud dari pemahaman tentang KBG sebagai Gereja yang bergerak dari kultis menuju perjuangan? Jawaban dari Rm. Wilfrid, karya gereja adalah karya Rohani, apabila karya pastoral kita memungkinkan suatu pemberdayaan kepada umat adalah suatu hal positif. Organisasi Gereja bukan tandingan bagi pemerintah melainkan suatu model baru Gereja hadir sebagai yang hadir di tengah-tengah kehidupan umat Keuskupan Maumere.  

Oleh: Tim SC & OC Evaluasi 2026 KUM

Scroll to Top