• Sejauh mana pelaksanaan pastoral Keuskupan Maumere memberi perhatian kepada Komunitas Basis Gerejawi sebagai Lokus Gereja Perjuangan?

Jawab:

  • Dalam melaksanakan karya pastoralnya keuskupan ini menggunakan strategi Pemberdayaan KBG dan Pelayan Pastoral-nya. Dengan strategi ini keuskupan Maumere tentu memberi perhatian yang sangat intens dalam usaha pengembangan KBG sebagai Komunitas Perjuangan. Maka yang dibuat selama ini adalah penyadaran bersama tentang: Makna Gereja yang lahir dan ada dalam KBG; Peran KBG sebagai komunitas gereja terkecil; KBG sebagai representasi dari Gereja Keuskupan karena Keuskupan yang besar ini datang dari kumpulan KBG-KBG yang ada di dalam wilayahnya, KBG sebagai Komunitas Umat Beriman yang pada akhirnya mengarah pada satu situasi dimana KBG sebagai Komunitas Perjuangan bisa terwujud.
  • Untuk maksud ini, para personalia pastoralnya juga disentuh dalam proses penyadaran. Maka perhatian pada formasi pelayan pastoral baik awam maupun kaum tertahbis juga menjadi penting untuk dilaksanakan.
  • Demi mewujudkan karya pastoral yang memberi perhatian kepada KBG dan Pemberdayaan Pelayan Pastoral-nya maka Keuskupan Maumere menciptakan satu komisi pastoral khusus untuk tugas ini dengan sebutan Komisi Pemberdayaan Pelayan Pastoral.
  • Sebelum Sinode, di wilayah Keuskupan ini menggunakan sebutan KUB (Komunitas Umat Basis) untuk menunjukan satu komunitas terkecil dalam struktur gereja. Setelah sinode, dipakai term KBG (Komunitas Basis Gerejani). Apa yang melatarbelakangi perubahan ini?

Jawaban : Benar. Sebelum keuskupan ini melaksanakan sinode pertama di tahun 2012-2013, dipakai istilah KUB sebagai warisan dari keuskupan induk  kala itu yakni Keuskupan Agung Ende. Namun pada saat pelaksanaan sinode-nya yang pertama, terjadi evaluasi tentang istilah itu bahwa:

  1. Dalam term KUB terjadi pengulangan arti yang sama dalam dua kata yang berbeda yakni kata “umat” dan “komunitas”.  Kata “umat” dalam KUB itu sebenarnya sudah termaktub dalam kata “komunitas”. Sebab yang dimengerti sebagai komunitas adalah kumpulan orang-orang. Isi komunitas tentu bukan hanya satu individu. Komunitas selalu berarti kumpulan individu-individu. Dan individu-individu inilah yang disebut umat. Umat selalu mengandung pengertian jamak/plural. Dengan demikian kata “komunitas” dan “umat” itu sebenarnya mengarah pada satu pengertian yang sama. Sehingga tidak perlu diulang.
  2. Kata “umat” dalam pengertian umum selalu mengarah pada sekelompok orang yang bukan masuk dalam kategori imam, biarawan/wati. Umat selalu dipahami sebagai awam. Padahal komunitas yang mau dibangun dan dikembangkan ini bukan hanya untuk awam. Kaum religius, biarawan/wati, imam, uskup juga masuk di dalamnya.
  3. Dalam istilah KUB (Komunitas Umat Basis) masih akan ada pertanyaan lanjutan, komunitas itu basis-nya apa? Kumpulan (komunitas) individu-individu (umat) ini, yang berada di tingkat dasar (basis), apa kekhasannya? Sebutan KUB sebagai Komunitas Umat Basis hanya menunjukan tingkatan yang paling dasar, belum menunjukkan kekhasan/sifat dasar komunitasnya.
  4. Dari sebutan KUB ini, jawaban atas pertanyaan tadi tidak nampak. Dengan demikian istilah ini tidak menjawabi gambaran menyeluruh tentang apa yang mau dijelaskan yakni kumpulan umat/komunitas yang bersifat gerejani. Selain ada pengulangan pengertian (komunitas dan umat) juga tidak ada penjelasan tentang sifat khas komunitas/umat itu.
  5. Maka digunakanlah istilah yang lebih gamblang menjelaskan apa yang dimaksudkan yakni komunitas di mana menjadi dasar tumbuh dan berkembangnya gereja, dengan arti dan ciri-ciri sebagai berikut:
    Merupakan kumpulan beberapa keluarga dalam satu wilayah tertentu (20-30 keluarga) sebagai komunitas territorial.
    – Dan kumpulan orang-orang dengan kebiasaan, habitat dan arah perjuangan yang sama, sebagai komunitas kategorial.
    – Adanya pertemuan berkala dan berkelanjutan antara para anggotanya.
    – Adanya syering material dan syering iman dalam terang Kitab Suci.
    – Merayakan liturgi kehidupan secara bersama.
  6. Dengan ciri-ciri inilah maka istilah yang kita pakai adalah Komunitas Basis Gerejani. Dalam arti sebagai komunitas dasar dimana gereja boleh bertumbuh dan berkembang. Komunitas paling dasar, awal dari mana gereja berasal. Komunitas yang mencirikan kehidupan gerejani.
  7. Selain itu penggunaan istilah KBG lebih dekat dengan terjemahan Bahasa Inggris Basic Ecclesial Communities atau Bahasa Italia Comunita’ Ecclesia di Base atau dalam Bahasa Spayol Comunidades Eclesiales de Base.

RD. Yanuarius Hilarius Role

Rabu jelang Kamis Putih, 27 Maret 2024
St. Jude’s Parish, 
49 George St, Scoresby VIC 3179
Victoria-Melbourne, Australia

Scroll to Top