Manajemen Pastoral
Evaluasi Tengah Tahun Program Pastoral 2026 · Hari III - Sesi Pagi
Formasi iman bagi para Pelayan Pastoral dilakukan secara berjenjang dan berkelanjutan.
FORMAT LAPORAN REFLEKSI BIBLIS 2026
Hari/Tanggal : Rabu, 5 Agustus 2026
Kelompok : 2
Tempat : Aula SCMM 2
Permasalahan : Pokok-pokok Refleksi atas Situasi Pastoral: Manajemen Pastoral: Formasi Iman bagi para Pelayan Pastoral dilakukan secara berjenjang dan berkelanjutan.
Inventaris Teks
Ef 4:11-12, Luk 9:1-2, Roma 12:2, Mrk 9:33-37, Yoh 15:1-8, Mrk 10:42-45, 1Ptr 5:1-4, Kis 6:1-7, 2Tim 2:2
Teks yang dipilih: Yoh 15:1-8
Alasan Pemilihan Teks:
Teks ini menggambarkan Gereja yang hidup yang bersumber dan berakar dari Yesus yang mengarah pada transformasi. Perumpamaan Yesus tentang pokok Anggur yang benar merupakan salah satu gambaran paling kaya mengenai kehidupan Gereja.
Kata “tinggal” berarti sebuah proses yang konstan, menetap dan tidak pernah putus. Pelayanan pastoral tidak boleh hanya mengandalkan formasi sesaat. Tetapi harus membangun hubungan intim dengan Kristus sebagai pokok Anggur yang benar.
[Tahap Literer] Jenis sastra:
Berisikan amanat perpisahan atau wejangan terakhir
[Tahapan Historis]:
Latar belakang Saat Teks Ditulis/Masalah& Situasi/Apa peran teks Saat Itu?
Latar belakangnya perjalanan menuju Bukit Zaitun sebelum Ia ditangkap.
Situasi saat itu para murid sedang cemass, takut, dan bingung karena Yesus mengatakan Ia akan pergi. Mereka membutuhkan pegangan agar tetap kuat dan teguh dalam pelayanan.
[Pesan teologis]
Apa pesan teks untuk masalah pastoral yang sedang dihadapi:
Kristus merupakan satu-satunya sumber hidup dan buah pelayanan, dan supaya kamu berbuah banyak dan menjadi murid-Ku. Berakar dalam Kristus dan berbuah dalam kasih.
Formasi Iman bagi Para Pelayan Pastoral Dilakukan Secara Berjenjang dan Berkelanjutan
Hari/Tanggal : Rabu, 5 Agustus 2026
Kelompok : 1 (satu) TPAPT LIO
Tempat : Aula SCMM 1
Permasalahan : Formasi Iman bagi Para Pelayan Pastoral Dilakukan Secara Berjenjang dan Berkelanjutan
1. Inventaris Teks: 2Tim, 3:1-17, 2Tim, 4:1-8, Ul, 31:1-8, Sirakh, 45.
2. Teks Yg Dipilih: 2Tim, 4: 1-8
3. Alasan Pemilihan Teks: ketika berbicara tentang karya pastoral, seorang pelayan Pastoral pertama tama harus mampu mem-formasi diri dalam hal ini formasi iman. Inti dari fondasi iman yang kokoh adalah Allah sendiri. Ketika berada dalam penjara, Paulus meminta Timotius untuk terus setia melanjutkan karya pewartaan, dengan kembali kepada inti dari fondasi iman yakni Allah itu sendiri. Dengan Allah sebagai formator iman utama, Timotius akan mampu setia, membangun komunikasi yang baik dengan rekan pewarta, menguasai diri, sabar dalam setiap situasi baik atau tidak baik waktunya, dan bertahan sampai akhir.
4. Tahap Literer/Jenis Sastra: Nasihat
5. Tahapan Historis (Latar Belakang Saat Teks Ditulis/Masalah dan Situasi/ Peran Teks Saat itu: Rasul Paulus menulis suratnya yang kedua kepada Timotius, dari penjara di Roma sekitar tahun 67M. Ketika itu, Paulus sedang menghadapi hukuman mati di bawah pemerintahan Kaisar Nero, sehingga selain ingin memberikan pesan perpisahan, Paulus juga ingin menguatkan Timotius yang waktu itu sedang memimpin jemaat di Efesus. Paulus menghendaki agar Timotius tetap setia dan melanjutkan pewartaan injil.
6. Pesan Teologis untuk Masalah Pastoral yang Dihadapi:
a. Fondasi iman utama adalah Allah sendiri. Formasi Iman akan membentuk penguasaan diri yang baik dari seorang pelayan Pastoral. Ketika seorang pelayan Pastoral mampu mem-formasi diri dengan baik, dia akan mampu mem-formasi sesama nya.
b. Seorang pelayan Pastoral harus mampu menguasai diri, setia, sabar dalam penderitaan dan kerelaan berkorban baik atau tidak baik waktunya.
c. Kita dipanggil untuk menunaikan semua tugas panggilan kita dalam akan Allah.
d. Pesan Paulus untuk Timotius: menguatkan Timotius untuk selalu memiliki daya juang, militan untuk mewartakan injil (ay. 2), membentuk diri dengan baik (ay. 5). Pada intinya, Rahmat Allah bekerja selaras dengan usaha-usaha kita untuk membentuk, mem-formasi diri menjadi seorang pelayan Pastoral yang baik.