Pleno Keuskupan Maumere Tegaskan Penguatan Pastoral, Tata Kelola Keuangan, dan Solidaritas Pendidikan

Maumere, Rabu (28/1/2026) —Sidang pleno Keuskupan Maumere menegaskan pentingnya penguatan karya pastoral yang partisipatif, tata kelola keuangan paroki yang transparan, serta revitalisasi solidaritas pendidikan Katolik, khususnya melalui Yayasan Sanpukat. Pleno ini menjadi bagian dari rangkaian evaluasi dan perencanaan pastoral Keuskupan Maumere menuju implementasi Rencana Strategis Pastoral (Renstra) yang lebih realistis dan menyentuh kebutuhan konkret umat, terutama di tingkat Komunitas Basis Gerejawi (KBG).

Dalam pleno yang membahas konteks pastoral, para peserta menyoroti tantangan rendahnya partisipasi umat sebagai persoalan mendasar. Meski perencanaan dan program pastoral dinilai baik secara konseptual, pelaksanaannya masih menghadapi kendala kehadiran dan keterlibatan umat. Karena itu, ditekankan perlunya perencanaan yang sederhana, realistis, dan menyenangkan, dengan koordinasi yang kuat antara pastor paroki, tim pastoral, dan fasilitator. Pastor paroki ditegaskan tetap menjadi gembala dan koordinator utama yang mampu menjembatani program keuskupan dengan realitas umat di lapangan.

Pada sesi keuangan, pleno menekankan bahwa pergantian pastor paroki tidak boleh mengganggu stabilitas administrasi dan pengelolaan keuangan. Sistem keuangan satu pintu, audit berkala, serta peran aktif tim ekonom paroki dipandang sebagai keharusan. Perencanaan anggaran diarahkan berbasis program yang menjawabi tujuan keuskupan, disertai komunikasi pastoral yang transparan kepada umat. Selain itu, perhatian terhadap kesejahteraan karyawan paroki, termasuk jaminan sosial dan upah yang layak, dinilai penting untuk menjamin profesionalitas pengelolaan keuangan.

Sementara itu, pleno solidaritas menaruh perhatian besar pada masa depan sekolah-sekolah Katolik di bawah naungan Yayasan Sanpukat. Menguatnya desakan penegerian sekolah dipandang sebagai alarm serius yang menuntut pembenahan manajemen yayasan, peningkatan perhatian terhadap guru dan fasilitas sekolah, serta keterlibatan aktif pastor paroki. Solidaritas pendidikan ditegaskan sebagai gerakan karitatif yang menyentuh hati, antara lain melalui beasiswa dan jejaring dukungan, bukan semata-mata urusan administratif.

Pleno juga menegaskan kembali arah dasar pastoral Keuskupan Maumere yang berakar pada Amanat Sinode II dan Renstra Pastoral KUM. Fokus pemberdayaan ditetapkan pada KBG sebagai lokus utama kehidupan menggereja. Gereja diharapkan semakin hadir sebagai “rumah sakit lapangan” yang mampu mendiagnosa, mencegah, dan menyembuhkan persoalan sosial-ekonomi umat melalui pelayanan pastoral yang solider, terencana, dan berkelanjutan. **Doni Laka

Scroll to Top