“Gereja yang Menyapa dan Menyembuhkan”

Komisi KMKI Keuskupan Maumere Rayakan Hari Orang Sakit Sedunia di Paroki Boganatar – Stasi Hikong

Dalam semangat Hari Orang Sakit Sedunia, Komisi Karya Misi Kepausan Indonesia (KMKI) tingkat Keuskupan Maumere menghadirkan karya nyata kasih dan kepedulian di Paroki St. Yohanes Baptista Boganatar, khususnya di Stasi St. Yosef Fernandements Hikong, pada Minggu, 22 Februari 2026.

Kegiatan ini sejatinya direncanakan pada minggu sebelumnya, namun diundur karena tim KMKI terlibat dalam tahbisan Bapa Uskup Larantuka. Kendati demikian, perubahan jadwal tidak mengurangi semangat pelayanan. Justru, kehadiran tim di Hikong menjadi tanda bahwa Gereja tidak pernah berhenti berjalan bersama umatnya, terlebih mereka yang kecil, lemah, dan

Disambut dengan Adat, Dipersatukan dalam Ekaristi​

Rangkaian kegiatan diawali dengan penyambutan adat oleh Dewan Stasi Hikong. Sapaan adat ini bukan sekadar seremoni, melainkan ungkapan hati umat yang menerima Gereja sebagai keluarga yang datang membawa perhatian dan harapan.

Perayaan Ekaristi menjadi pusat seluruh rangkaian kegiatan. Misa dipimpin oleh Vikaris Jenderal Keuskupan Maumere, RP. Stefanus Buyung, O.Carm. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa Yesus selalu hadir dan dekat dengan orang sakit, kecil, dan lemah. Gereja, sebagai Tubuh Kristus, dipanggil untuk menghadirkan wajah Yesus yang menyembuhkan dan menguatkan.

“Melalui kehadiran tim KMKI dan para tenaga medis, kita mau menyatakan bahwa Gereja tidak hanya berbicara tentang kasih, tetapi sungguh melakukannya,” tegas beliau. Harapannya, pelayanan ini menjadi sapaan nyata bagi umat yang terdampak situasi sulit, termasuk dampak erupsi Gunung Lewotobi yang dirasakan umat paroki ini.

Pastor Paroki Boganatar bersama Ketua Pelaksana I DPP dan Ketua Stasi Hikong dalam sambutannya menyampaikan terima kasih mendalam atas perhatian dan kolaborasi yang terjalin. Mereka menegaskan bahwa pelayanan kesehatan sangat dibutuhkan, mengingat kondisi umat yang masih berjuang bangkit dari dampak bencana.

Direktur Diosesan KMKI, RD. Ryan Dacunha, dalam sambutannya memperkenalkan KMKI serta kerasulannya. Ia mengajak umat untuk melihat misi bukan hanya sebagai tugas para imam dan biarawan-biarawati, tetapi sebagai panggilan seluruh umat beriman untuk peduli, berbagi, dan melayani.

Kolaborasi yang Menghidupkan Harapan

Kegiatan ini merupakan buah kerja sama KMKI Keuskupan Maumere dengan berbagai pihak, yakni:

  1. Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Sikka
  2. Ikatan Apoteker Indonesia Cabang Sikka
  3. DPC Persatuan Ahli Teknologi Laboratorium Medik Indonesia Sikka
  4. Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka
  5. Puskesmas Boganatar
  6. Ns. Fransiska Quaesita, M.Kep., Sp.Kep.K.

Sinergi ini menjadi gambaran indah bahwa ketika Gereja, tenaga medis, dan pemerintah berjalan bersama, pelayanan yang menyentuh dan berdampak nyata dapat terwujud.

Dua Gerak Pelayanan: Edukasi dan Pengobatan

Usai perayaan Ekaristi, kegiatan dibagi ke dalam dua kelompok pelayanan. Pertama, tim KMKI bersama Ns. Fransiska Quaesita, M.Kep., Sp.Kep.K. memfasilitasi penyuluhan bagi anak dan remaja Sekami/Sekar dengan tema: Kado Indah untuk Tubuhku: Mengenal dan Melindunginya.”

Tema ini dipilih sebagai respons terhadap tantangan zaman yang semakin kompleks. Anak-anak dan remaja diajak untuk menyadari bahwa tubuh adalah anugerah Tuhan yang harus dihargai, dijaga, dan dilindungi. Dalam suasana yang komunikatif dan interaktif, sekitar 100 anak dan remaja ambil bagian dengan penuh antusias. Mereka belajar tentang pentingnya menjaga kesehatan, mengenali batas diri, serta berani melindungi diri dari berbagai bentuk kekerasan dan penyalahgunaan.

Kedua, tim medis melaksanakan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis bagi umat. Sekitar 150 umat menerima manfaat langsung dari pelayanan ini. Kegiatan difasilitasi oleh 5 dokter, 6 apoteker, 4 tenaga laboratorium, serta tim medis dari Puskesmas Boganatar. Pelayanan mencakup pemeriksaan umum, pengecekan laboratorium sederhana, serta pemberian obat sesuai kebutuhan.

Wajah-wajah umat yang datang dengan harapan dan pulang dengan senyum menjadi kesaksian bahwa pelayanan kecil sekalipun dapat menghadirkan penghiburan besar.

Gereja yang Hadir, Bukan Hanya Berbicara

Hari Orang Sakit Sedunia di Hikong bukan sekadar peringatan seremonial, melainkan momentum permenungan dan pergerakan. Gereja dipanggil untuk menjadi komunitas yang tidak hanya berdoa bagi yang sakit, tetapi juga hadir mendampingi, merawat, dan memperjuangkan kesehatan serta martabat manusia.

Kegiatan ini menjadi tanda bahwa misi Gereja tetap relevan dan menantang: Apakah kita berani menjadi Gereja yang menyapa dan menyembuhkan? Apakah kita siap menjadi tangan-tangan kasih bagi mereka yang terluka dan membutuhkan?

Semoga melalui karya ini, semangat misioner semakin tumbuh di tengah umat, dan Gereja Keuskupan Maumere terus melangkah sebagai Gereja yang hidup, peduli, dan berbelarasa.

 

Scroll to Top