Evaluasi Program Pastoral Keuskupan Maumere Resmi Dibuka, Tegaskan KBG sebagai Ruang Perjuangan Iman

Maumere, Selasa (26/1/2026) — Keuskupan Maumere resmi membuka kegiatan Evaluasi Program Pastoral dan Anggaran Tahun 2025 serta Perencanaan Program Pastoral dan Anggaran 2026, Senin (26/1/2026), di Kherubim Center Hall (KCH). Kegiatan yang berlangsung hingga Jumat (30/1/2026) ini diikuti oleh sekitar 274 peserta dari paroki, KOBILEM, dan unit pelayanan pastoral se-Keuskupan Maumere.

Dalam sapaan pembuka, Uskup Keuskupan Maumere menegaskan bahwa evaluasi ini merupakan ruang rahmat, bukan rutinitas tahunan. Mengangkat tema “KBG: dari Ritual menuju Perjuangan”, Bapa Uskup mengajak seluruh peserta untuk melihat Komunitas Basis Gerejani (KBG) sebagai ruang iman yang hidup, tidak hanya berhenti pada ritual, tetapi juga hadir dalam perjuangan nyata umat menghadapi berbagai dinamika sosial. Evaluasi dipahami sebagai ruang belajar bersama, bukan ruang menghakimi, demi pertumbuhan Gereja yang dewasa dan partisipatif.

Kegiatan diawali dengan proses check-in peserta menggunakan barcode, dilanjutkan dengan ibadat pembuka yang dipimpin oleh Fr. Gaspar Gunawan Kae. Setelah itu, RD. Gabriel Rolly Da Vinci menjelaskan penggunaan platform terangkum.id sebagai ekosistem digital pendukung evaluasi, yang menyediakan akses data, dokumen Renstra, formulir refleksi, notulen, artikel, dan berita kegiatan pastoral Keuskupan Maumere.

Orientasi umum kegiatan disampaikan oleh RD. Cesar Reda dan RD. Wilfrid Valiance, yang menjelaskan metodologi evaluasi pastoral menggunakan Asesmen Reksa Pastoral Tahun Ketiga. Evaluasi ini meninjau sejauh mana program pastoral 2023–2025 mendekati visi dan misi Keuskupan Maumere serta mewujudkan KBG sebagai fokus dan lokus Gereja Perjuangan. Metodologi yang digunakan meliputi kajian dokumen, wawancara mendalam, observasi partisipatif, diskusi kelompok terarah, dan survei pemetaan profil KBG.

Pada Sesi I, hasil rangkuman evaluasi paroki, KOBILEM, dan asesmen dipresentasikan oleh Rm. Yanuarius Role dengan moderator Rm. Kristo Lodo. Dari 42 paroki dan kuasi paroki, seluruh laporan evaluasi berhasil dikumpulkan. Tingkat pelaksanaan kegiatan pastoral mencapai 80,54 persen, dengan faktor pendukung utama berupa koordinasi, komunikasi, ketersediaan dana, dan kerja sama. Sementara itu, tantangan yang muncul antara lain lemahnya pemahaman perencanaan, ketidaksinkronan data, serta keterbatasan jejaring dan kepastian anggaran.

Hasil asesmen juga merekomendasikan penguatan kapasitas pelayan pastoral, perluasan jejaring dengan berbagai pihak, serta peneguhan KBG sebagai komunitas iman dan perjuangan. Evaluasi ini diharapkan menjadi dasar penyusunan tujuh prioritas pastoral Keuskupan Maumere tahun 2026, sekaligus memperteguh komitmen Gereja untuk terus hadir, belajar, dan berjuang bersama umat. **Doni Laka

 

Scroll to Top