KATEKESE LITURGI
Yang terkasih bapa Uskup, para Romo, Pater, Diakon dan Frater selamat berjumpa lagi dalam katekese katekese kecil seputar liturgi.
Seorang Diakon menyampaikan ‘dalam misa pemakaman saya memperhatikan ada Imam yang langsung berkat penutup setelah pemberkatan jenasah, ada yang setelah penutupan peti jenasah ada yang setelah seluruh upacara pemakaman selesai, mana yang benar’.
Jawab.
Pada dasarnya misa pemakaman dan upacara pemakaman merupakan satu kesatuan, karena itu selayakanya berkat penutup dilakukan setelah seluruh rangkaian acara selesai. Dalam seluruh rangkaian itu sangat diharapkan suasana khusuk misa tetap terjaga. Namun beberapa kenyataan sering kita jumpai, yaitu:
- Sambutan yang dibawakan oleh wakil keluarga kadang terlalu lama dan bertele tele, apalagi ditambah dengan sambutan dan penyerahan santuanan dari perwakilan koperasi kredit.
- Ada bagian dimana para pelayat yang belum melayat dipersilakan untuk melayat sehingga suasana khusuk misa menjadi terganggu.
- Khusus misa yang tidak dibuat di dalam gereja, saat sambutan ada umat yang merokok santai, main HP atau ngobrol.
- Pada saat penutupan peti jenasah biasanya keluarga menangis dengan dengan keras karena belum rela berpisah.
Karena itu agar kekudusan misa tetap terjaga dan umat tidak dipersalahkan karena ribut, merokok, main HP dan lain lain, maka berkat penutup sebaiknya langsung dilakukan setelah berkat jenasah. Teknisnya, setelah imam selesai memberkati dan mendupai jenasah imam langsung kembali ke altar mengajak umat berdiri dan menutup dengan berkat penutup, lalu sebuah lagu penutup dan baru setelah itu acara dipandu MC untuk sambutan sambutan, ajakan melayat, dan penutupan peti jenasah. Demi menghormati mereka yang membawakan sambutan sangat dianjurkan imam (para imam) tetap duduk di tempatnya.
Terima kasih
P. Yanto Ndona, OCarm
Komlit KUM