Gereja Keuskupan Maumere Dipanggil Membangun Jembatan Pastoral Sinodal

MAUMERE — Kegiatan Evaluasi Tengah Tahun Pastoral Keuskupan Maumere 2026 resmi dibuka pada hari Senin (03/07/2026) di Maumere, Kabupaten Sikka. Kegiatan penting ini dihadiri oleh lebih dari 299 peserta yang terdiri dari Bapa Uskup, Dewan Konsultores, Para imam, Para suster, para Frater, Diakon,  dan utusan awam dari setiap paroki

Agenda utama kegiatan pada hari pertama ini dirancang khusus untuk melihat gambaran menyeluruh realitas pastoral melalui presentasi hasil evaluasi Paroki dan Kobilem, serta melakukan analisis mendalam atas situasi pastoral keuskupan saat ini. Selain itu, para perwakilan paroki dan Kobilem KUM juga  diajak untuk melihat profil pengembangan Komunitas Basis Gerejani (KBG)

Sinodal Bergerak dari Visi Menuju Aksi

Acara hari pertama ini diawali dengan ibadat pembuka dan pengantar langsung dari Bapa Uskup Maumere, Mgr. Edwaldus Martinus Sedu. Dalam arahannya, Bapa Uskup menyoroti Kembali semangat sinodalitas atau berjalan bersama sebagai visi gereja. Ia menegaskan bahwa sinodalitas yang dimaksud ialah bergerak dan berjalan bersama antara imam dan imam maupun imam dan awam. Sebagai penutup arahannya, Bapa uskup menekankan bahwa hanya orang yang mau berlajar yang akan berubah dan berbuah. Belajar seperti Natanael dan Yesus, “kamu akan melihat hal yang besar”. Pesan ini mengingatkan gereja agar senantiasa berani ke luar dari zona nyaman, bergerak dari visi menuju aksi nyata, serta menjadi jembatan dialog di tengah polarisasi dan berbagai krisis global yang terjadi.

Melihat Situasi Pastoral

Rangkaian acara pembukaan ini kemudian dilanjutkan dengan presentasi hasil evaluasi paroki dan kobilem. Dari laporan yang terkumpul tercatat bahwa 42 paroki dan kuasi telah memasukkan laporan hasil evaluasi dengan persentase sebesar 100%, sedangkan data hasil evaluasi kobilem tercatat, hanya 13 lembaga yang mengumpulkan laporan dan 5  diantaranya belum mengumpulkan hasil evaluasi.  Dinamika kegiatan yang terjadi pun menunjukkan bahwa para peserta tidak hanya hadir, melainkan terlibat aktif. Hal itu ditunjukkan dengan berbagai tanggapan yang muncul terhadap realitas pastoral yang terjadi. Dengan demikian, apa yang menjadi harapan bersama Gereja Keuskupan Maumere untuk membangun jembatan pastoral sinodal perlahan tercapai.

Penulis:
RD. Daniel Harisno

Scroll to Top