Ritapiret, 13 Juni 2026 – Sebanyak 37 frater calon imam Keuskupan Maumere mengikuti Pendampingan Awal Live In Pastoral di Seminari Tinggi Interdiosesan Santo Petrus Ritapiret, Sabtu (13/6/2026). Kegiatan yang difasilitasi oleh Tim Pusat Pastoral (Puspas) Keuskupan Maumere ini menjadi bekal penting bagi para frater sebelum menjalani masa pelayanan pastoral di berbagai paroki dalam wilayah keuskupan.
Membuka kegiatan tersebut, Direktur Puspas Keuskupan Maumere, RD. Yohanes Eo Towa, menegaskan bahwa program Live In merupakan bagian penting dari proses pembinaan calon imam. Menurutnya, masa liburan yang berlangsung hampir dua bulan tidak hanya dipandang sebagai waktu beristirahat, tetapi juga sebagai kesempatan berharga untuk mengenal lebih dekat wajah Gereja lokal, umat, serta medan pastoral Keuskupan Maumere.
“Para uskup di Region Nusa Tenggara telah mempertimbangkan agar masa liburan para frater tidak seluruhnya dihabiskan bersama keluarga. Karena itu, waktu liburan dibagi antara pengalaman pastoral di paroki dan kebersamaan dengan keluarga. Dengan cara ini, para frater dapat semakin mengenal realitas pelayanan Gereja yang kelak akan mereka jalani,” ungkapnya.
Melalui program Live In, para frater akan terlibat secara langsung dalam berbagai aktivitas pastoral di paroki, mulai dari pelayanan liturgi, pendataan umat, pendampingan orang muda dan SEKAMI, kegiatan rohani, hingga keterlibatan dalam kehidupan sosial kemasyarakatan. Pengalaman tersebut diharapkan membantu mereka memahami kehidupan umat secara lebih nyata sekaligus menumbuhkan kecintaan yang semakin mendalam terhadap Gereja dan medan pastoral Keuskupan Maumere.
RD. Yohanes juga mengingatkan bahwa identitas sebagai calon imam tetap melekat dalam setiap situasi, termasuk saat menjalani masa liburan. Kehadiran para frater di tengah umat dan keluarga diharapkan menjadi kesempatan untuk terus memelihara semangat panggilan serta membangun relasi yang semakin dekat dengan umat yang akan mereka layani di masa depan.
Dalam kegiatan pendampingan tersebut, para frater menerima sejumlah materi praktis yang relevan dengan pelayanan pastoral. Materi pertama mengenai Basis Integrasi Data Umat Keuskupan (BIDUK) disampaikan oleh Bapak Alexander Dino. Dalam sesi ini, para frater diperkenalkan dengan aplikasi BIDUK sebagai sistem pendataan umat yang dikembangkan Keuskupan Maumere.
Para peserta dibekali pemahaman tentang pentingnya data pastoral yang akurat serta keterampilan dasar dalam melakukan pendataan dan pembaruan data umat. Kehadiran BIDUK diharapkan dapat membantu paroki dan keuskupan dalam merancang program pastoral yang lebih terarah, tepat sasaran, dan sesuai dengan kebutuhan umat.
Materi berikutnya adalah Liturgi Praktis yang dibawakan oleh RP. Yanto Ndona, O.Carm. Dalam pemaparannya, ia menyoroti pentingnya pelayanan sebagai lektor dan pemazmur dalam perayaan liturgi. Menurutnya, Liturgi Sabda sering kali kurang mendapat perhatian yang memadai, padahal Sabda Allah memiliki martabat yang sangat luhur dalam perayaan Ekaristi.
Karena itu, para frater didorong untuk menguasai teknik membaca Kitab Suci dan membawakan mazmur dengan baik, sehingga mampu membantu umat mengalami perjumpaan yang lebih mendalam dengan Sabda Allah. Mereka juga diharapkan dapat menjadi perpanjangan tangan paroki dalam memberikan pendampingan dan pembinaan liturgi di tengah umat.
Sementara itu, materi mengenai Komunitas Basis Gerejani (KBG) disampaikan oleh RD. Wilfridus Valiance. Ia menegaskan bahwa KBG merupakan fokus sekaligus lokus pastoral Gereja, tempat kehidupan iman umat bertumbuh dan diwujudkan dalam keseharian.
Melalui keterlibatan langsung dalam kehidupan KBG selama masa Live In, para frater diajak untuk memahami denyut kehidupan umat dari tingkat yang paling dasar, mendengarkan pergumulan mereka, serta belajar menghadirkan Gereja yang dekat, melayani, dan berjalan bersama umat.
Adapun jadwal pelaksanaan Live In tahun 2026 adalah sebagai berikut:
• 15–21 Juni 2026: Live In bersama di Paroki Watublapi.
• 22 Juni–12 Juli 2026: Live In di berbagai paroki sesuai penempatan masing-masing frater.
• 13 Juli–13 Agustus 2026: Masa liburan bersama keluarga di rumah masing-masing.
• 14 Agustus 2026: Seluruh frater kembali ke Seminari Tinggi Interdiosesan Santo Petrus Ritapiret untuk melanjutkan proses pembinaan dan perkuliahan.
Melalui program ini, Keuskupan Maumere berharap para frater tidak hanya memperoleh pengalaman pastoral yang kaya, tetapi juga semakin bertumbuh dalam semangat pelayanan, kepekaan terhadap kebutuhan umat, serta kecintaan yang mendalam terhadap Gereja lokal. Dengan demikian, proses pembinaan calon imam tidak hanya berlangsung di ruang kelas dan komunitas seminari, melainkan juga ditempa melalui perjumpaan nyata dengan umat Allah di tengah kehidupan sehari-hari.
Ivana Gaharpung
Staff Puspas