DPP Paroki Wairpelit Perdalam Pemahaman Liturgi Demi Pelayanan yang Lebih Bermutu

WAIRPELIT – Semangat untuk memperdalam pemahaman iman dan meningkatkan kualitas pelayanan tampak jelas dalam diri para Pengurus Dewan Pastoral Paroki (DPP) Paroki Wairpelit. Pada Minggu, 14 Juni 2026, mereka mengikuti kegiatan Pembekalan Pengetahuan Dasar Liturgi yang berlangsung di Aula Paroki Wairpelit.
Kegiatan yang menghadirkan tiga pemateri ini menjadi ruang pembelajaran yang kaya akan refleksi, pengetahuan, dan diskusi seputar kehidupan liturgi Gereja. Para peserta mengikuti setiap sesi dengan penuh perhatian dan antusiasme.

Sesi pertama dibawakan oleh Pater Bernardus Boli Ujan, SVD dengan tema “Penyegaran Liturgi.” Dalam pemaparannya, Pater Boli mengajak peserta untuk melihat lebih dalam hakikat liturgi yang sesungguhnya. Menurutnya, pelaku utama dalam setiap perayaan liturgi bukanlah manusia, melainkan Allah Tritunggal Mahakudus: Bapa, Putra, dan Roh Kudus. Dalam liturgi, Allah sendiri berkarya, menyapa, menguduskan, dan menghimpun umat-Nya bersama para kudus dalam satu perayaan iman.
“Liturgi bukanlah panggung untuk menonjolkan diri atau mencari pujian. Liturgi adalah perayaan Allah yang mengundang kita hadir dengan kerendahan hati dan semangat kebersamaan,” tegas Pater Boli.
Pemahaman ini menjadi pengingat penting bahwa setiap petugas liturgi dipanggil untuk melayani, bukan untuk tampil atau menjadi pusat perhatian.

Memasuki sesi kedua, peserta diajak mendalami tema “Musik Liturgi” yang dibawakan oleh Yoseph Edangwala. Dalam pemaparannya, ia mengulas dokumen Musicam Sacram yang menjelaskan hakikat dan tujuan musik dalam perayaan liturgi.
Ditekankan bahwa nyanyian liturgi bukan sekadar penghias atau pelengkap perayaan. Musik liturgi merupakan bagian integral dari liturgi itu sendiri yang membantu umat berdoa, memperkuat partisipasi aktif, serta menghadirkan suasana perayaan yang lebih khidmat dan agung. Ketika nyanyian dipilih dan dilaksanakan dengan tepat, seluruh umat dapat terlibat secara lebih penuh dalam perayaan iman yang dirayakan bersama.

Pembekalan kemudian dilanjutkan dengan sesi ketiga yang dibawakan oleh Ibu Eusebia Edel mengenai “Panduan Memilih Lagu Liturgi.” Pada sesi ini, peserta diajak memahami secara lebih mendalam perbedaan antara lagu liturgi dan lagu rohani umum yang sering kali dianggap sama.
Melalui berbagai contoh dan penjelasan praktis, peserta dibantu untuk memahami pentingnya memilih lagu yang sesuai dengan masa liturgi, tema perayaan, serta bagian-bagian tertentu dalam Perayaan Ekaristi.

Suasana pembelajaran semakin hangat ketika memasuki sesi tanya jawab. Berbagai pertanyaan muncul dari para peserta mengenai praktik-praktik liturgi yang kerap menimbulkan perbedaan pemahaman di tengah umat. Antusiasme peserta menunjukkan kerinduan yang besar untuk memahami liturgi secara benar dan melaksanakannya secara seragam dalam kehidupan menggereja sehari-hari.
Melalui pembekalan ini, para pengurus DPP Paroki Wairpelit diharapkan semakin menyadari bahwa liturgi adalah sumber dan puncak kehidupan Gereja. Pemahaman yang baik tentang liturgi akan membantu mereka menjadi pelayan yang mampu menuntun umat untuk merayakan iman secara lebih sadar, aktif, dan penuh penghayatan.
Kegiatan ini sekaligus menjadi langkah nyata Paroki Wairpelit dalam membangun budaya liturgi yang tertib, khidmat, dan setia pada ajaran Gereja, sehingga setiap perayaan sungguh menjadi perjumpaan umat dengan Allah yang hidup

Ivana Gaharpung
Staff Puspas

Scroll to Top