Maumere, Sabtu, 23 Mei 2026 — Dalam rangka memaknai Minggu Panggilan Sedunia, komunitas-komunitas rohani di bawah naungan Biro Pendampingan Komunitas Rohani (PKR) Keuskupan Maumere mengadakan kegiatan kunjungan kasih ke Seminari Tinggi Interdiosesan St. Petrus Ritapiret. Kegiatan ini diikuti oleh 98 peserta yang berasal dari berbagai komunitas rohani, yakni Komunitas Rohani Kerahiman (66 orang), Meditasi Kristiani (16 orang), PDHKY (8 orang), KBHTM (6 orang), dan Santa Ana (2 orang).
Kunjungan kasih ini menjadi wujud dukungan, kepedulian, dan kasih komunitas rohani terhadap kehidupan formasi para frater di seminari. Para peserta membawa bantuan berupa sembako sesuai kemampuan masing-masing sebagai bentuk solidaritas bagi para seminaris. Harapannya, bantuan tersebut dapat membantu kebutuhan hidup para frater selama menjalani masa pembinaan.
Dalam sambutannya, Ketua Biro PKR Keuskupan Maumere, RD. Quirinus Galmin, mengajak seluruh anggota komunitas rohani untuk memanfaatkan kesempatan penuh rahmat ini guna mengenal lebih dekat kehidupan seminari dan dinamika pembinaan para frater. Sementara itu, RD. Julianus Cesar Reda memberikan gambaran umum mengenai kehidupan di Seminari Tinggi St. Petrus Ritapiret. Ia menjelaskan bahwa saat ini seminari dihuni oleh 385 frater yang berasal dari enam keuskupan. Dalam sambutannya, ia juga mengajak seluruh umat untuk terus mendoakan lahirnya panggilan-panggilan baru dalam Gereja. “Gereja membutuhkan banyak orang untuk tugas panggilan di dalam Gereja, baik menjadi imam maupun suster,” ungkapnya.
Pada kesempatan tersebut, para peserta mengikuti seminar mini bertema “One in Christ, United in Mission: Bersatu dalam Kristus, Bersatu dalam Misi” yang dibawakan oleh RD. Cesar di Kapela Seminari Tinggi St. Petrus Ritapiret. Dalam refleksinya, RD. Cesar menegaskan bahwa setiap orang beriman mengambil bagian dalam tugas Kristus sebagai Imam, Nabi, dan Raja melalui Sakramen Permandian. Ia juga mengajak peserta untuk semakin dekat dengan Kitab Suci, memiliki militansi iman seperti Santo Paulus, serta mewujudkan doa melalui kasih dan pelayanan kepada sesama, terutama mereka yang miskin dan menderita.
Kegiatan semakin menyentuh saat peserta berdialog bersama Fr. Romanus Tubo Ola (Fr. Tubo), frater tingkat VI asal Keuskupan Larantuka. Ia membagikan kisah perjuangannya menapaki jalan panggilan. Setelah pergulatan panjang dan sempat menempuh pendidikan kedokteran di Jakarta, ia akhirnya kembali melanjutkan panggilan imamat pada tahun 2017. Kisahnya yang penuh perjuangan menginspirasi dan mengharukan para peserta. Kegiatan kunjungan kasih ditutup dengan penyerahan bantuan dari perwakilan komunitas rohani kepada pihak seminari yang berlangsung di lobi Seminari Tinggi St. Petrus Ritapiret.
Ivana Gaharpung
Staff Puspas