Jangan Pulang Hanya Membawa Foto”: Ziarah Umat Keuskupan Maumere di Nilo Menjadi Seruan Pertobatan dan Persatuan

Ribuan umat dari berbagai paroki di wilayah Keuskupan Maumere memadati Taman Doa Maria Bunda Segala Bangsa Nilo pada Rabu, 13 Mei 2026, dalam ziarah tahunan yang berlangsung penuh doa, devosi, dan refleksi iman. Di tengah suasana teduh perbukitan Nilo, umat datang bukan sekadar untuk berjalan bersama atau mengikuti perayaan liturgi, tetapi untuk memperbarui hati dan iman bersama Bunda Maria.
Sejak pukul 12.00 WITA, para peziarah telah berkumpul di pertigaan menuju taman doa. Dipandu panitia, umat berjalan kaki sambil mendaraskan Doa Rosario dan menyanyikan lagu-lagu rohani. Langkah demi langkah menuju pelataran doa menjadi gambaran perjalanan iman umat yang terus mencari Tuhan di tengah perjuangan hidup sehari-hari.
Puncak ziarah berlangsung pada pukul 15.00 WITA melalui Perayaan Ekaristi bertema “Bersama Maria, Kita Bertekun dalam Doa dan Persatuan Menuju Komunitas Perjuangan.” Perayaan dipimpin langsung oleh Uskup Bapa Uskup Maumere bersama para imam dan dihadiri umat dari berbagai paroki.
Dalam homilinya, Bapa Uskup menegaskan bahwa devosi kepada Maria bukanlah sesuatu yang asing bagi umat Keuskupan Maumere. Devosi itu hidup dalam denyut keseharian umat: dalam Rosario keluarga, dalam air mata perjuangan para ibu, dalam kesederhanaan rumah tangga, dan dalam keyakinan bahwa seorang ibu tidak pernah meninggalkan anak-anaknya.
Namun, beliau mengingatkan bahwa ziarah tidak boleh berhenti pada rutinitas religius atau sekadar tradisi tahunan. Devosi sejati, katanya, harus membawa umat semakin dekat kepada Kristus dan menghasilkan perubahan hidup yang nyata.
“Jangan menjadi umat yang rajin berziarah tetapi mudah bertengkar. Jangan menjadi umat yang tekun berdoa tetapi sulit mengampuni,” tegasnya di hadapan umat yang memadati pelataran taman doa.
Beliau mengajak umat belajar dari Maria: rendah hati, setia dalam doa, kuat dalam penderitaan, dan tetap menjaga persaudaraan. Di tengah tantangan hidup, Gereja dipanggil menjadi “komunitas perjuangan” — komunitas yang tidak menyerah pada perpecahan, egoisme, dan keputusasaan.
Tanggal 13 Mei yang bertepatan dengan peringatan penampakan Bunda Maria di Fatima juga disebut memiliki makna mendalam. Pesan Fatima tentang pertobatan dan perdamaian, menurut Bapa Uskup, tetap relevan bagi Gereja saat ini.
“Ini bukan hanya agenda devosional. Ini panggilan profetis,” ungkapnya. “Di hadapan Bunda Segala Bangsa di Nilo ini, kita dipanggil memperbarui janji iman kita: menjadi Gereja yang berdoa, bersatu, dan terus bertumbuh.”
Kalimat yang paling menyentuh umat sore itu adalah pesan penutup homili sang uskup:
“Jangan pulang hanya membawa foto, cerita, atau kenangan. Pulanglah dengan hati yang bertobat, iman yang teguh, kasih yang nyata, dan keberanian menghadirkan Kristus dalam hidup sehari-hari bersama Maria.”
Dalam sambutannya, RP Sukiman, CP menyampaikan terima kasih kepada seluruh umat, imam, petugas liturgi, panitia, dan semua pihak yang telah ambil bagian dalam perayaan ziarah umat tahun ini. Ia mengungkapkan rasa syukur atas semangat kebersamaan umat yang terus menjaga hidupnya devosi kepada Bunda Maria di Nilo.
Sementara itu, RD Quirinus Galmin selaku Ketua Biro Pendampingan Komunitas Rohani Keuskupan Maumere memberikan apresiasi khusus kepada umat Paroki Uwa yang menjadi petugas liturgi tahun ini. Menurutnya, keterlibatan umat Paroki Uwa menjadi wujud pelayanan dan pengorbanan iman, terlebih karena mereka datang dari wilayah yang jauh dan harus menempuh perjalanan laut bersama imam pendamping mereka.
Pada kesempatan itu pula, RD Quirinus Galmin mengumumkan petugas liturgi ziarah umat KUM tahun 2027. Untuk ziarah di Taman Doa Maria Bunda Segala Bangsa Nilo akan ditanggung oleh Paroki Feondari, sedangkan ziarah di Wisung Fatima Lela akan ditanggung oleh Paroki Nelle.
Ziarah di Nilo akhirnya menjadi lebih dari sekadar perjalanan rohani. Ia menjadi cermin bagi umat: apakah doa-doa yang didaraskan sungguh mengubah hati, apakah Rosario yang digenggam sungguh melahirkan kasih, dan apakah langkah menuju Maria benar-benar membawa umat semakin dekat kepada Kristus.

Ivana Gaharpung
Staff Puspas
Foto: Fernando (Komsos KUM)

Scroll to Top