Sebanyak 200-an peserta utusan dari berbagai stasi di Paroki Roh Kudus Nelle mengikuti Pelatihan Lektor dan Pemazmur yang diselenggarakan oleh Komisi Liturgi Keuskupan Maumere pada Kamis, 14 Mei 2026. Kegiatan berlangsung di gedung gereja paroki dan diikuti dengan penuh antusias oleh kaum muda maupun umat dewasa.
Dalam sapaan pembuka, Ketua Seksi Liturgi Paroki Nelle menegaskan bahwa peserta yang hadir nantinya akan diseleksi kembali sebelum dikukuhkan dan dilantik secara resmi sebagai lektor dan pemazmur.
Sesi pertama dibawakan oleh RP Yanto Ndona, O.Carm dengan tema peran kaum awam dalam liturgi. Ia menjelaskan bahwa setelah Konsili Vatikan II, kaum awam kembali dilibatkan secara aktif dalam kehidupan liturgi Gereja.
“Liturgi adalah milik bersama. Karena itu umat awam juga mengambil bagian dalam tugas pelayanan Gereja,” jelasnya.
Beliau menegaskan bahwa seorang lektor bukan hanya membaca bacaan di altar, tetapi mewartakan Sabda Tuhan kepada umat. Karena itu seorang lektor perlu dipersiapkan, memahami Kitab Suci, serta mampu membaca dengan baik, benar, dan bermartabat.
“Pewarta Sabda bukan hanya dengan mulut, tetapi juga dengan hidup,” tegasnya.
Setelah sesi umum, peserta dibagi dalam dua kelompok. Kelompok lektor didampingi Ibu Edel yang membahas persiapan diri, teknik membaca, sikap tubuh, serta praktik membaca berbagai jenis bacaan Kitab Suci. Ia mengingatkan pentingnya kerendahan hati untuk terus belajar dan memperbaiki diri dalam pelayanan.
Sementara itu, kelompok pemazmur didampingi Bapak Novendi di aula paroki. Dalam pembekalannya, ia menekankan pentingnya tempo, artikulasi, pemenggalan kalimat, dan penguasaan lagu agar umat dapat mendengar serta menghayati mazmur dengan baik.
Ia juga mengingatkan para peserta untuk tetap tenang jika melakukan kesalahan saat bertugas. “Kalau salah nada atau teks di mimbar, tetap lanjutkan dengan tenan supaya suasana doa umat tetap terjaga,” pesannya.
Pelatihan ini menjadi ruang pembinaan bagi umat untuk semakin menyadari bahwa pelayanan liturgi bukan soal tampil di depan altar, melainkan panggilan untuk melayani Tuhan dan umat dengan hati yang siap dibentuk.
Ivana Gaharpung
Staff Puspas