Kloangrotat, Minggu, 3 Mei 2026 — Paroki Salib Suci Kloangrotat menggelar kegiatan SOMA (School of Missionary Animators) yang dipandu oleh Tim Komisi KMKI Keuskupan Maumere. Kegiatan ini melibatkan sekitar 30-an anggota SEKAR yang didampingi para animator/animatris senior dari 5 stasi.
Pelatihan kali ini secara khusus melibatkan SEKAR sebagai respons atas keterbatasan jumlah animator/animatris di tingkat paroki dan stasi. Para peserta diharapkan dapat menjadi pendamping bagi adik-adik SEKAMI di stasi masing-masing, sekaligus menjadi kader misioner muda Gereja.
Kegiatan diawali dengan animasi lagu dan gerak bersama yang menciptakan suasana penuh sukacita di aula paroki. Semangat kebersamaan semakin terasa ketika kegiatan dilanjutkan dengan praktik bina iman anak. Sekitar 100 anak SEKAMI, termasuk calon penerima Komuni Pertama, ambil bagian dalam sesi ini.
Anak-anak dibagi dalam enam kelompok yang didampingi oleh para SEKAR dan animator/animatris, dengan bimbingan langsung dari Tim KMKI KUM. Mereka mendalami tema Minggu Prapaskah V melalui berbagai metode kreatif seperti mewarnai, permainan interaktif, hingga pencarian pesan rahasia. Dalam pleno bersama, setiap kelompok membagikan pengalaman iman mereka.
Usai kegiatan bersama anak-anak, seluruh peserta menikmati makan siang bersama. Anak-anak kemudian kembali ke rumah, sementara para SEKAR dan animator/animatris melanjutkan sesi pembinaan.
Dalam sesi lanjutan, para peserta mendapat pencerahan tentang panggilan sebagai misionaris, khususnya dalam mendampingi adik-adik SEKAMI. Mereka dibekali dengan profil pendamping yang baik, serta pengetahuan dan keterampilan dalam membina iman anak.
Beberapa peserta SEKAR mengungkapkan kegembiraan mereka mengikuti kegiatan ini. Selain mempererat kebersamaan, mereka juga memperoleh banyak pengalaman baru. Mereka berharap ke depan kegiatan SEKAMI/SEKAR dapat lebih variatif, tidak hanya bina iman rutin, tetapi juga diisi dengan kegiatan rekreasi dan ziarah bersama.
Para animator/animatris senior dari stasi juga berbagi pengalaman. Ada stasi yang cukup terbantu karena guru agama berperan sebagai animator sehingga kegiatan SEKAMI berjalan rutin dan terpantau. Namun, ada pula stasi yang masih menghadapi tantangan, seperti kurangnya tenaga pendamping dan rendahnya partisipasi anak.
Sebagai langkah tindak lanjut, para peserta berkomitmen untuk memperkuat kerja sama antara SEKAR dan animator/animatris. Akan dibentuk grup WhatsApp serta diadakan pertemuan rutin untuk mempersiapkan bahan bina iman anak. Selain itu, pendekatan ke sekolah juga akan dilakukan guna meningkatkan keterlibatan pelajar.
Dukungan dari Dewan Pastoral Paroki (DPP) juga diharapkan, terutama dalam penyediaan alat tulis, alat peraga, dan bahan kreativitas bagi anak-anak.
Direktur Diosesan KUM, RD. Ryan da Cunha, dalam kesempatan tersebut menyampaikan terima kasih kepada paroki yang telah aktif melibatkan SEKAMI/SEKAR dalam kegiatan tingkat keuskupan, termasuk Jambore yang telah dilaksanakan sebelumnya. Ia juga menginformasikan rencana kegiatan ke depan seperti Jambore Nasional (Jamnas), TSOM, dan Camping Seribu Anak, serta mengharapkan partisipasi aktif dari setiap paroki.
Sementara itu, RD. Daniel Haarisno, Pastor Rekan yang turut hadir, menegaskan pentingnya komitmen para SEKAR dalam membantu animator/animatris, serta kesetiaan para pendamping dalam membina iman anak-anak di stasi masing-masing. Ia juga menekankan perlunya pendampingan berkelanjutan bagi para SEKAR sebagai kader misioner Gereja masa depan.
Kegiatan SOMA ini menjadi tanda harapan akan tumbuhnya semangat misioner sejak dini, di mana anak-anak dan remaja tidak hanya menjadi peserta, tetapi juga pelaku dalam karya pewartaan iman di tengah Gereja.
Ivana Gaharpung
Staff Puspas