Komisi Pendidikan dan Komisi Kateketik Keuskupan Maumere Gelar Pelatihan Fasilitator Katekese Pendidikan Sambut Bulan Pendidikan

Komisi Pendidikan bekerja sama dengan Komisi Kateketik Keuskupan Maumere menggelar kegiatan Pelatihan Fasilitator Katekese Pendidikan dalam rangka menyambut Bulan Pendidikan Keuskupan Maumere Tahun 2026, Jumat, 8 Mei 2026 di Aula PUSPAS Maumere. Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan dari 31 paroki dari total 42 paroki yang berada di wilayah Keuskupan Maumere.
Dalam kegiatan tersebut, para fasilitator mendapatkan pembekalan dan pencerahan dari tiga narasumber. Ketua Komisi Pendidikan Keuskupan Maumere, RD. Felixius Dari memaparkan gagasan pokok Tema Katekese Pendidikan KUM 2026 dengan tema “KBG sebagai Rumah Bersama bagi Pendidikan yang Berkualitas.” Ia menekankan pentingnya peran Komunitas Basis Gerejawi (KBG) sebagai ruang bersama untuk membangun budaya pendidikan yang sehat, peduli, dan berkelanjutan.
Selanjutnya, Wakil Ketua Komisi Kateketik Keuskupan Maumere, RD. Karel Pehe menjelaskan subtema katekese yang terdiri dari dua pertemuan. Dalam pertemuan pertama, peserta diajak melihat realitas pendidikan di KBG sekaligus menyadari tanggung jawab bersama dalam mendukung pendidikan anak-anak. Pada pertemuan kedua, peserta diajak untuk membangun KBG sebagai rumah bersama yang peduli terhadap pendidikan dan perkembangan generasi muda.
Sementara itu, narasumber ketiga, RP. Ito Dhogo, SVD menjelaskan landasan biblis dari Kitab Nehemia. Berangkat dari realitas pendidikan yang ada saat ini, beliau mengajak peserta bercermin pada semangat Nabi Nehemia dan umat Israel dalam membangun kembali tembok Yerusalem yang runtuh. Menurutnya, setiap komunitas perlu menemukan “tembok-tembok yang runtuh” dalam dunia pendidikan, lalu membangun kerja sama di tengah komunitas, khususnya di KBG, sebab “dibutuhkan satu kampung untuk mendidik seorang anak.”
Pada kesempatan yang sama, juga dipaparkan hasil evaluasi pelaksanaan Katekese Pendidikan Tahun 2025. Dari evaluasi tersebut ditemukan bahwa masih banyak paroki yang belum mengirimkan laporan evaluasi. Hanya sekitar 26 persen paroki yang memasukkan laporan pelaksanaan. Terkait hal ini, Komisi Pendidikan sangat mengharapkan adanya umpan balik melalui evaluasi demi perbaikan kinerja komisi serta membantu dalam merencanakan program dan kegiatan pada tahun-tahun mendatang. Ditekankan pula bahwa buah dari katekese pendidikan bukan hanya pada pelaksanaan kegiatan, tetapi terutama pada implementasi nyata dalam kehidupan umat.
Dalam sesi tanya jawab, para peserta turut membagikan pengalaman dan berbagai strategi kreatif agar katekese pendidikan dapat berjalan dengan baik di tingkat KBG. Beberapa peserta menyampaikan tantangan berupa kurangnya partisipasi kaum bapak dan orang muda dalam kegiatan katekese. Namun demikian, ada pula berbagai praktik baik yang dibagikan, seperti adanya arisan pendidikan untuk membantu kebutuhan sekolah anak-anak, penerapan kebiasaan belajar bersama di KBG, hingga sosialisasi sekolah ramah anak yang dilakukan oleh paroki tertentu.
Di akhir kegiatan, RD. Karel Pehe berharap para fasilitator yang telah mendapatkan pembekalan dapat melanjutkan proses pelatihan di tingkat paroki masing-masing, memastikan katekese pendidikan sungguh terlaksana di KBG, serta mengirimkan feedback evaluasi sebagai bagian dari upaya bersama membangun pendidikan yang semakin berkualitas di Keuskupan Maumere

Ivana Gaharpung
Staff Puspas

Scroll to Top