Notulen Hari IV

Hari/Tanggal   : Kamis, 29 Januari 2026

Tempat            : KCH

Pemateri: RD. Marton Wega

Moderator: RD. Us Manuk

  • Tanggapan refleksi biblis
  • Kegiatan dibuka dengan menampilkan progress report atas pertemuan yang terjadi pada hari ke-III
  • Permasalahan: lemahnya koordinasi agen pastoral: pastor, tim pastoral, dan pelayan pastoral lainnya

  • Kelompok 1
    • Teks yang dipilih: 1 Samuel 13:8-11. Alasan dipilih: lemahnya koordinasi antara Saul dan Samuel.
      • Tanggapan ahli: konflik terjadi karena terjadi peralihan dari Israel yang dipimpin langsung oleh Allah sendiri lewat para nabi, kepada raja. Dalam menjalankan pemerintahannya inilah tidak ada koordinasi yang baik antara Saul dengan Allah. Dia juga mengambil tugas Samuel sebagai nabi. Dia bekerja tanpa kordinasi, dia sering bertindak menurut pikirannya sendiri, padahal dia harusnya memresentasikan apa yang dikehendaki Allah melalui mulut seorang nabi. Teks ini jadi inspirasi bagi kita, bahwa sebagai hamba Tuhan, kita tidak sedang merancang program pribadi bagi Keuskupan, tetapi melaksanakan kehendak Allah dalam karya pastoral kita.
  • Kelompok 2
    • Teks yang dipilih Kel. 18:13-27. Alasan dipilih: teks ini sesuai dengan konteks permasalahan pastoral yang dihadapi. Jenis sastra: narasi historis/sejarah. Latar belakang: perikop ini ditulis dalam situasi musa memikul tanggung jawab meminpin dan mengadili bangsa Israel seorang diri, sehingga ia kelelahan dan Yitro menasihatinya agar ia membagi tugas kepemimpinannya. Pesan: pelayanan adalah karya bersama yang harus dijalankan secara kolekteif bukan dibebankan pada satu pribadi. 2. Pembagian tugas yang jelas dan terkoordinasi: kehendak Allah agar agen pastoral berjalan bersama. 3. Koordinasi yang baik memungkinkan umat dilayani secara baik dan merata.
      • Tanggapan ahli: latar belakang: terjadi penumpukkan tanggung jawab kepada musa. Oleh karena itu, Yitro hadir untuk membawa angin segar, di mana musa tetap sebagai pemimpin utama, tetapi ada orang-orang khusus yang membantu meringankan tugasnya. Hal ini mengingatkan kita bahwa tidak semua karya pastoral hanya dilakukan oleh satu orang. Di sini juga menekankan pentingnya sebuah delegasi tugas,
  • Kelompok 3
    • Teks yang dipilih Yes. 58:1-12. Alasan dipilih: dari latar belakang penindasan yang dialami bangsa Israel, maka teks ini cocok meneropong KBG kita yang masih menjadi komunitas ritual bukan perjuangan. Jenis sastra: wejangan/nasihat. Latar belakang historis: teks ini kahir dari konteks penindasan bangsa Israel, dimana umat rajin berdoa dan beribadah tetapi melakukan tindakan ketidakadilan. Maka KBG sebagai komunitas perjuangan tidak bileh terlepas dari ini.KBG juga adalah komunitas praksis bukan hanya komunitas doa. Pesan: KBG harus jadi agen transformasi.
      • Tanggapan Ahli: mungkin ada program-program khusus yang bisa dijalankan di KBG. Template pastoral juga harus menyesuaikan dengan keberagaman KBG.
  • Kelompok 4
    • Teks yang dipilih: Amos 5:21-24. Teks ini dipilih karena relevan dengan realitas KBG yang rajin dalam kegiatan rohani tetapi lemah dalam keberpihakan sosial dan memperjuangkan keadilan, karena Allah menolak ibadat meriah karena tak disertai keadilan dan kebenaran dalam hidup. Jenis sastra: puisi kenabian. Latar belakang teks: secara sosial politik, banyak terjadi ketidakadilan di kerajaan Israel. Secara keagamaan, ibadat di betel dan gilgas meriah tetapi jauh dari keadilan. Peran teks senbagai teguran ialhi, panggilan untuk pertobatan sosial. pesan teologis: Allah menolak iman yang tidak membela kehidupan. KNG harus jadi ruang kepekaan sosial dimana iman hidup lewat keadilan yang nyata.
      • Tanggapan ahli:
  • Kelompok 5
    • Teks yang dipilih: Kel. 38:21-31. Alasan pemilihan teks: kecocokan antara situasi teks dengan realitas lemahnya paroki dalam mekanisme pengelolaan keuangan serta teks ini menunjukkan pentingnya struktur dan tata kelola yang jelas, serta akuntabilitas dan pencatatan yang detail sebagai kunci dalam mengatasi kelemahan pencatatan keuangan yang kurang akurat. Jenis sastra: cerita. Latar belakang teks: situasi bangsa Israel dalam perziarahan menuju tanah terjanji dan hendak mendirikan kemah suci yang tentu butuh biaya dan harus sesuai standar yang ada. Pesan teologis: perlu perencanaan dan inventarisasi yang teliti dan transparan, perlunya pihak yang berkompeten dalam mengelola keuangan.
      • Tanggapan ahli: dalam perjanjian lama, kenisah harus megah karena bukti kehadiran Tuhan dan menunjukkan identitas bangsa yahudi. Maka umat perlu terlibat dalam pembangunan kenisah. Maka, pengelolaan mesti harus disertai dengan pencatatan yang detail. Musa menunjuk tim khusus untuk mengelola uang agar tidak disalahgunakan, dan agar menghindari benturan kepentingan.
  • Kelompok 6
    • Teks yang dipilih: Mal 3:8-10. Alasan pemilihan teks: berkaitan dengan bagaimana kita harus merancang keuangan secara transparan dan harus melihat analisis potensi yang ada di paroki. Jenis sastra: nasihat. Latar belakang: ditulis tahun 460-430 SM (pasca pembuangan babel). Masalah yang dihadapi saat itu adalah ketidakadilan sosial dan kemerosotan hidup ibadat, persepuluhan diabaikan sehingga pelayanan bait Allah dan kehidupan kaum lewi terganggu. Pesan teologis: Allah adalam pemilik dan Gereja adalah pengelola, keuangan Gereja adalah urusan iman bukan hanya soal urusan teknis dan administratif. Maka, paroki harus jadi ruang yang transparan serta pusat pelayanan dan solidaritas.
      • Tanggapan ahli: berkaitan dengan regulasi perpuluhan. Berhadapan dengan ini, ketaatan menjadi penting. Maka, disampaikan proses keuangan ke umat dengan sukarela bahwa ada yang sifatnya wajib dan ada yang sifatnya sukarela.
  • Kelompok 7
    • Teks yang dipilih: Bil. 18:21-24. Alasan pemilihan teks: kurangnya semangat umat untuk memberi demi keberlangsungan pelaksanaan program. Jenis sastra: wejangan/nasihat. Aspek historis: suku lewi yang tidak memiliki tanah dan warisan sehingga tidak punya penghasilan mandiri maka persepuluhan menjadi milik pusaka mereka. Pesan teologis: Tuhan adalah penjamin kehidupan hambanya, dukungan materi adalah bagian dari iman bukan sekedar administrasi.
      • Tanggapan ahli: penjelasan sama.
  • Kelompok 8
    • Teks yang dipilih Matius 25:14-30. Alasan pemilihan teks karena kesesuaian isi teks, serta memberi inspirasi agar anggaran yang ada tidak disimpan melainkan diberdayagunakan demi suksesnya program pastoral. Jenis sastra: Perumpamaan. Latar belakang historis: teks ini merupakan bagian dari rangkaian ajaran Yesus tentang akhir zaman. Yesus mengingatkan agar menunggu tidak dengan pasif, melainkan secara aktif mengembangkan sumber daya secara bertanggung jawab. Pesan: Allah menghendaki agar agar anugerahNya dikembangkan secara maksimal dan bertanggung jawab maka anggaran juga harus dimaksimalkan demi kesuksesan program pastoral.
      • Tanggapan ahli: yang perlu disoroti adalah karakter. Mentalitas hamba ketiga, yang menjadi penghambat dalam karya pastoral. Maka di sini pembenahan motivasi atau spirit dalam mengelola uang yang ada secara berdayaguna perlu diperhatikan dengan maksimal.
  • Kelompok 9
    • Teks yang dipilih: 2 Kor. 9:6-15. Alasan pemilihan: sesuai dengan masalah karena kurangnya keterlibatan dalam aksi solidaritas. Jenis sastra: surat. Latar belakang: pengumpulan dana yang dikoordinir oleh rasul Paulus. Masalahnya ada sumbangan yang disepakati bersama tetapi belum diselesaikan. Pesan teologis: memberi dengan sukacita, kerelaan, serta penuh rasa syukur.
  • Kelompok 10
    • Teks yang dipilih: Tob. 4:7-11. Alasan pemilihan: memberi peneguhan kepada umat yang ragu memberi karena kekurangan atau tak ikhlas. Jenis sastra: narasi. Latar historis: menjadi penguat kepada komunitas yahudi di perantauan yang memberi pedoman praktis bagi diaspora yahudi tentang ketaatan sosial dan perkawinan kudus. Pesan: umat beriman dipanggil untuk bersolidaritas, dengan bersolider, pemberian tidak sia-sia tetapi demi kebaikan bersama.
      • Tanggapan ahli: bukan hanya uang yang diwariskan tetapi nilai juga diwariskan
  • Kelompok 11
    • Teks yang dipilih: 1 Kor. 16:1-4. Alasan dipilih: berisi nasihat Paulus supaya jemaat korintus untuk menyisihkan sesuatu dan dibawa kepada jemaat di Yerusalem. Menggambarkan memberi secara regular dan konsisten. Jenis sastra: surat. Latar historis: kota korintus tergolong maju, maka rasul Paulus mengajak mereka supaya memiliki solidaritas dengan jemaat di Yerusalem. Pesan teologis: Tuhan ingin agar pendidikan menjadi tanggung jawab bersama. Maka komitmen untuk memberi bantuan kepada sanpukat sangat ditekankan.
      • Tanggapan ahli: kolekte lebih bersifat sukarela.
  • Kelompok 12
    • Teks yang dipilih: Gal. 6:1-10. Alasan dipilih: karena berbicara tentang tanggung jawab bersama dalam kehidupan beriman terutama dalam berbuat baik kepada orang. Jenis sastra: surat. Latar belakang: ditulis dalam konflik teologis dan pastoral. Pesan: umat beriman punya tanggung jawab sosial untuk karya sosial Gereja, harus bersukacita dalam memberi dan tidak boleh pasif sebagai umat beriman.
      • Tanggapan ahli: ini motivasi kita untuk sama sama bekerja dan bertanggung jawab terhadap yayasan sanpukat.

Scroll to Top