Notulen Hari II
Hari/Tanggal : Selasa, 27 Januari 2026
Tempat : KCH
Waktu : 08.15 – 10.00
Sesi II : Presentase Hasil Survey, Kisah Sukses dan Launching Mars KBG
Moderator : RD. Epi Rimo
Narasumber : RD. Wilfrid
- Hasil Survey
Ringkasan Eksekutif
Analisis Tipologi KBG: Komunitas Iman VS Komunitas Perjuangan
Survey ini bertujuan untuk memeriksa profil terkini KBG yang sejak Sinode I dan II menjadi focus dan lokus karya pastoral. KBG sebagai komunitas iman berfokus pada aspek internal seperti: doa, devosi, katekese, liturgy, dan persembahan melalui iuran. Sedangkan KBG sebagai komunitas perjuangan berfokus pada aspek eksternal seperti: keluarga, ekonomi, social, politik, budaya, solidaritas KLMTD, dan lingkungan hidup. Populasi survey ini adalah 222.455, berdasarkan data biduk umat KUM per Desember 2025.
Sampel yang diambil untuk survey ini adalah sebanyak 832 atau total responden yang mengirimkan Google-form. Teknik sampling yang digunakan adalah Proportionate Stratified Random Sampling dan teknik pengambilan datanya adalah digital survey. Parameter statistic yang ditetapkan menggunakan rumus Slovin dengan margin of error survey ini adalah 3,4% pada tingkat kepercayaan 95%. Tingkat reabilitas instrument ini masuk dalam kategori sangat tinggi atau sangat kuat. Dengan demikian, instrumen penelitian ini sangat layak digunakan untuk pengambilan data selanjutnya. Analisis data yang digunakan dalam survey ini menggunakan perangkat IBM SPSS versi 29 dengan tiga model analisis, yaitu: Statistik Deskriptif, Deskriptif Skor, dan Analisis Inferensial.
Analisis Statistik Deskriptif menguraikan profil responden berdasarkan wilayah TPAPT dan Paroki, jenis kelamin, usia, pendidikan, pekerjaan, dan status. Analisis profil responden menyebutkan bahwa responden didominasi oleh perempuan (60,6%); mayoritas responden berusia 36-55 tahun (57,6%); 81,8% responden merupakan lulusan Pendidikan Tinggi (S1 dan Pascasarjana); 60,6% responden bekerja di sector formal (Pegawai Swasta dan PNS/ASN); 75,8% responden adalah umat, dan hanya 24,2% merupakan pengurus KBG dan DPP.
Analisis deskriptif rata-rata skor menguraikan persepsi tentang organisasi dan kepengurusan KBG, profil ketua KBG KUM, profil 1.697 KBG di KUM, persepsi tentang komunitas iman, persepsi tentang keluarga (sacramental dan ekonomi), persepsi tentang kesadaran politik, persepsi tentang solidaritas, persepsi tentang isu migran dan perantauan, perbandingan paroki kota dan paroki desa yang meliputi perbandingan komunitas perjuangan di paroki kota dan di paroki desa, serta perbandingan komunitas iman di paroki kota dan di paroki desa.
Analisis regresi menampilkan adanya hubungan antara rajin berdoa dan kedisiplinan membayar iuran; hubungan antara rajin berdoa dengan politik uang dinyatakan lemah atau tidak signifikan. Namun rajin berdoa juga belum otomatis membuat warga tahan politik uang karena masih ada warga yang menganggap doa berurusan dengan Tuhan dan politik uang dianggap sebagai rezeki. Selain itu, menerima politik uang juga dianggap sebagai penghormatan kepada para calon. Analisis regresi akhirnya menampilkan kategori KBG sebagai kelompok “cenderung komunitas iman” dan kelompok “menuju iman dan perjuangan”,
- Pertanyaan RD. Lorens Noi: RD. Lorens Noi meminta pertanggungjawaban terkait formulasi kalimat “versus” yang digunakan untuk membandingkan komunitas iman dan komunitas perjuangan. Apakah formulasi “versus” cocok digunakan untuk membuat perbandingan tersebut?
- Jawaban RD. Wilfrid: formulasi “versus” hanya sebagai istilah provokatif/istilah statistik.
- Pertanyaan RD. Domi Dange: Pertama, mayoritas responden yang menjawab pertanyaan survey mayoritas berpendidikan tinggi. Namun, ketika berbicara mengenai kepengurusan KBG, mayoritas pendidikannya rendah. Bagaimana hubungan keduanya? Kedua, apakah pernah dipikirkan dalam survey itu bahwa mengapa pengurus KBG menjabat begitu lama. Berapa lama jabatan pengurus KBG?
- Jawaban RD. Wilfrid: tidak ada korelasi antara tingkat pendidikan dan jabatan kepengurusan KBG. Pertanyaan kedua nanti akan didiskusiakan di dalam kelompok pada saat sesi diskusi kelompok.
- Pertanyaan Pa Maxi: data yang ditampilkan di dalam survey ini menunjukkan bahwa masih ada banyak kekurangan pada pelayan pastoral dan umat. Bagaimana tanggapan mengenai hal ini?
- Jawaban RD. Wilfrid: hal ini akan didiskusikan di dalam kelompok-kelompok pada saat sesi diskusi kelompok.
- Pertanyaan RD. Alo Ndate: focus KBG adalah internal dan eksternal (penjelasan awal RD. Wilfrid). RD. Alo tidak menemukan kesinambunagan antara factor internal dan eksternal.
- Jawaban RD. Wilfrid: ini merupakan kategori statistic.
- Pertanyaan RD. Doni Migo: Pertama, ada fenomena tingginya iuran dan katekese yg sempit. Apakah dalam survey tersebut tidak dimasukkan mengenai pembekalan fasilitator dan sebagainya. Kedua, ada perbedaan signifikan antara KBG Kota dan Desa. Harus dibuat pembatasan yang tepat untuk mengidentifikasi mana yang masuk dalam paroki kota dan desa.
- Jawaban RD. Wilfrid: kategori paroki kota dan paroki desa mengikuti standar atau ketentuan dari puspas.
- Pertanyaan Pater Goris Sabon: meminta jumlah rata-rata Kepala Keluarga di setiap KBG.
- Jawaban RD. Wilfrid: pertanyaan tersebut dapat diajukan kepada tim BIDUK yg memiliki data yang lengkap mengenai jumlah Kepala Keluarga.
Kisah Sukses:
- Pengembangan Kakao (Rehabilitasi Kakao)
- RD. Kanis (Mantan Ketua PSE): Latar belakang program rehabilitasi kakao adalah agar para petani tidak bergantung hanya pada satu tanaman saja. Lokus dari kegiatan ini adalah Paroki Nebe dan Boganatar karena mereka/masyarakat mau dan mempunyai lahan yang strategis untuk pengembangan kakao. Dana yang digunakan dalam program ini adalah 1,2 Miliar. Pa Kanis (Koordinator Rehabilitasi Kakao): Kelompok ini mampu mendirikan Koperasi yang diberi nama ROMEO untuk menjembatani petani dan proses pemasarannya agar terjadi peningkatan pendapatan sesuai dengan seruan pada Sinode I Keuskupan Maumere. Pa Mateus (Fasilitator Program Rehabilitasi Kakao): Mendampingi cara budi daya kakao dengan baik dan benar. Kesaksian Ibu Maria Goreti (penerima manfaat): awalnya tidak tahu tentang jenis kakao “samur pucuk”, tetapi berkat sosialisasi dari pihak PSE KUM, mereka dapat mengetahui dan mampu membudidayakannya. Sekarang mereka telah menikmati hasilnya, walaupun sempat terjadi erupsi Gunung Lewotobi yang mengganggu pertumbuhan kakao. Hasil dari proses pemasaran dimanfaatkan untuk kebutuhan ekonomi, pendidikan, dan sebagainya. Kesaksian Pa Philipus Dugal (penerima manfaat): Diberikan pelatihan mengenai cara menanam, merawat, pemupukan dan panen. Hasil yang didapati di tahun lalu sangat bagus. Namun karena efek erupsi Gunung Lewotobi, hasil pada tahun ini tidak maksimal karena bunga yang sudah muncul, hangus terbakar. Selain itu, efek curah hujan yang cukup tinggi juga mengganggu perkembangan dan pertumbuhan kakao.
- Kesaksian Bapa Anjelinus Ferdinandus (Ketua KBG St. Yoseph Pelindung Kaum Pekerja-Katedral): mengisahkan jumlah anggota KBG mereka adalah 93 jiwa (tidak termasuk anak kos dan anak-anak asrama). Jumlah Kepala Keluarga adalah 33 orang. Menurutnya, KBG sangat berarti karena selain doa bersama, ada kegiatan lainnya seperti pembinaan bagi anak-anak sekami dan OMK. Selain itu, di KBG mereka juga terdapat dana solidaritas duka. KBG juga menyediakan kursi, altar, dan kain altar untuk membantu meringankan keluarga duka. Di sisi yang lain, kebiasaan yang mereka buat setelah doa malam wajib adalah kegiatan arisan bersama. Uang arisan tersebut digunakan untuk membantu umat membayar iuran paroki. Kesaksian Bapa Kletus (anggota KBG): anggota KBG berpartisipasi aktif dalam solidaritas duka. Kaum remaja biasanya langsung bergerak di lokasi kedukaan. Ibu-ibu membantu di bagian dapur dan bapa-bapa mencari sumbangan duka dari rumah ke rumah. Tambahan dari RD. Epi Rimo (Pastor Paroki Katedral): kekhasan dari KBG ini adalah mereka mendirikan koperasi tersendiri di tingkat KBG. Hal ini bertujuan untuk membantu segala kebutuhan di dalam KBG mereka.
- Launching Mars KBG
Kegiatan success story ini kemudian ditutup dengan kegiatan Launching Mars KBG yang pada akhirnya akan digunakan oleh setiap KBG di Keuskupan Maumere untuk menjadi spirit yang akan menggerakkan jalannya KBG.