Evaluasi Akhir Tahun Renstra 2025
Mewujudkan Gereja yang “Beriman, Sejahtera, Solider, dan Membebaskan dalam Terang Sabda Allah,”
Program Pemberdayaan Pelayanan Pastoral
Sinode I dan II Keuskupan Maumere menegaskan bahwa mutu karya pastoral sangat ditentukan oleh kualitas pelayan pastoral. Karena itu, program ini diarahkan untuk meningkatkan wawasan, komitmen, dan partisipasi pelayan pastoral di semua tingkatan, dari KBG hingga Keuskupan.
Pemberdayaan Keluarga
Sebagai komunitas terkecil Gereja, keluarga membutuhkan perhatian serius. Maraknya KDRT dan lemahnya penanaman nilai bagi generasi muda mendorong Keuskupan menjadikan pemberdayaan keluarga Katolik sebagai prioritas pastoral.
Pemberdayaan Ekonomi Umat
Masih tingginya angka kemiskinan serta kurangnya perhatian terhadap buruh migran dan perantau mendorong Keuskupan mengembangkan program pemberdayaan ekonomi umat sebagai bagian integral karya pastoral.
Pemberdayaan Politik Warga
Rendahnya kesadaran kritis politik dan maraknya praktik KKN melahirkan program strategis untuk memberdayakan warga agar semakin sadar, kritis, dan bertanggung jawab dalam kehidupan politik.
Pengembangan Solidaritas Warga
Lemahnya solidaritas sosial dan kebiasaan pesta pora mendorong lahirnya program pengembangan solidaritas, agar umat semakin solider dan peduli dalam kehidupan bersama.
Pengembangan Ketahanan Warga
Penyalahgunaan media sosial serta rapuhnya keberlanjutan yayasan dan lembaga pendidikan Keuskupan mendorong pengembangan ketahanan warga agar mampu menghadapi tantangan dan dampak perubahan zaman.
Pemberdayaan Organisasi Pastoral
Organisasi pastoral menjadi sarana utama pencapaian visi Gereja. Lemahnya koordinasi antarorganisasi mendorong program ini untuk memperkuat komunikasi dan kerja sama pastoral secara berkelanjutan.
SINODE II KEUSKUPAN MAUMERE
Melalui perencanaan yang baik, diyakini keberhasilan sedang dirancang. Proses perencanaan tentu tidak akan mengkhianati hasilnya. Melalui perencanaan tentu hasilnya-pun sudah bisa dibayangkan. Perencanaan dan keberhasilan selalu saling berkaitan. Perencanaan yang baik akan menghasilkan keberhasilan yang memuaskan. Demikian pula sebaliknya, jika perencanaan tidak dibuat, maka sebenarnya orang sedang merencanakan kegagalan. Keuskupan muda ini tentu tidak sedang merencanakan kegagalannya.
Keuskupan Maumere: Komunitas Gereja Perjuangan
Spiral pastoral adalah model yang dipakai dalam melaksanakan karya pastoral di keuskupan ini. Aktivitas karya pastoral yang terdiri dari: perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi akan terus berulang. Disebut spiral pastoral karena setiap evaluasi yang dilaksanakan atas karya pastoral yang dijalankan tentu akan melahirkan ide, gagasan baru untuk perbaikan dan perkembangannya. Maka karya pastoral itu akan terlihat seperti “mengulang” namun pengulangannya tidak persis sama. Dia mengulang sambil membaharui diri berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan.